THL Satpol PP dan Pesapon Ditambah

0
187

Untuk Amankan Sejumlah RTH


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Jumlah tenaga harian lepas (THL) yang bertugas sebagai pesapon dan anggota Satpol PP dinilai belum sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban. Guna memaksimalkan tugas dan tanggung jawab Satpol PP dan pesapon, Pemkab Banyuwangi berencana menambah personel Satpol PP dan pesapon. Rencana penambahan jumlah anggota Satpol PP dan pesapon itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas usai menghadiri rapat paripurna DPRD Rabu lalu (18/6).

Personel Satpol PP tambahan itu akan ditugaskan di beberapa ruang terbuka hijau (RTH). Pengamanan beberapa RTH dinilai tidak maksimal karena personel Satpol PP kurang. “Taman Makam Pahlawan (TMP) dan Taman Blambangan butuh tambahan petugas keamanan. Jalan Lintas Timur (JLT) butuh tenaga pesapon,” ungkap Bupati Anas. Anas mengatakan, jumlah Satpol PP dan pesapon belum sesuai kebutuhan. 

Saat ini pihaknya sedang menghitung kemampuan anggaran APBD untuk menambah jumlah anggota Satpol PP dan tenaga pesapon. Saat ini jumlah anggota Satpol PP mencapai 218 orang. Rinciannya, 174 orang berstatus THL dan 71 orang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Jumlah pesapon sebanyak 297 orang. Sebenarnya, jumlah THL yang bertugas di Dinas Kebersihan dan Pertamanan  DKP) mencapai 601 orang. Hanya saja, THL yang bertugas sebagai pesapon hanya 297 orang.

Lainnya, sebanyak 304 orang, merupakan non-pesapon yang tugasnya membersihkan RTH, drainase atau saluran air, armada, TPA, rumah kompos, LPJU, administrasi, dan petugas Bank Sampah. Plt Kepala Satpol PP Banyuwangi, Chairul Ustadi, yang dihubungi  secara terpisah mengakui jumlah personel Satpol PP belum sesuai kebutuhan. Saat ini dia hanya memaksimalkan Satpol PP yang ada. “Kita memiliki sekitar 150 personel THL. Jika anggaran memadai, kita akan menambah 100 personel lagi,” jelas Ustadi.  

Jika anggaran APBD memadai, kata Ustadi, kemungkinan besar Agustus mulai dilakukan seleksi THL Satpol PP. Yang diutamakan Satpol PP perempuan dengan perbandingan 70 persen perempuan dan 30 persen laki-laki. Kepala DKP Arief Setiawan mengatakan, dibandingkan luas wilayah kerja, jumlah pesapon yang ada sebenarnya belum cukup. Namun, karena anggarannya belum memadai, THL yang ada itu dioptimalkan. Arief mengatakan, jika anggaran APBD memadai menaikkan anggaran pesapon, pihaknya lebih memprioritaskan kenaikan gaji pesapon dibandingkan menambah jumlah personel.  (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :