Tim Adipura Bergerilya

0
486

BANYUWANGI – Tim penilai Adipura Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) mulai melakukan penilaian di Banyuwangi sejak Selasa lalu (30/10). Tim yang terdiri atas tiga orang itu melakukan rangkaian penilaian selama dua hari. Pada hari pertama kemarin, penilaian difokuskan pada kebersihan taman terbuka hijau (RTH), sungai, pasar dan pertokoan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kebersihan lingkungan sekolah, perkantoran pemerintah dan swasta juga menjadi fokus penilaian hari pertama. Ruang terbuka hijau yang dinilai adalah Taman Sri Tanjung, lingkungan GOR Tawang Alun, dan Taman Blambangan. Sungai yng dinilai meliputi Kalilo, Sungai Bagong, Sungai Sukowidi, dan Sungai Kebalenan.

Lingkungan sekolah yang dinilai adalah SDN Kepatihan, SMPN 2 Banyuwangi, SDN 4 Penganjuran, dan beberapa sekolah lain. Lingkungan kantor pemerintahan yang menjadi titik pantau adalah kantor Sekretariat Daerah dan kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKP Arief Setiawan menjelaskan, penilaian kali ini merupakan penilaian tahap pertama untuk tahun 2012.

Penilaian piala Adipura dilakukan beberapa tahap. “Tim yang datang sekarang merupakan penilai tahap pertama,” jelasnya. Setelah penilaian tahap rampung, jelas dia, maka akan dilakukan penilaian tahap kedua. Penilaian tahap kedua kemungkinan besar akan dilakukan pada awal tahun 2013 mendatang.

Tim itu bekerja atas mandat yang diberikan Kementerian Negara Lingkungan Hidup  Tim itu terdiri dari unsur Perguruan Tinggi (PT), LSM lingkungan hidup dan unsur pe merintah dari KLH. “Kita all out untuk meningkatkan pres tasi dari tahun lalu,” ungkap Arief. Sekadar mengingatkan, ta hun lalu Banyuwangi kandas men dapat piala Adipura. Walau kandas membawa pulang piala Adipura, namun Banyuwangi berhasil membawa pulang sertifikat Adipura sebagai kota bersih.

Prestasi sebagai kota terbersih itu, sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap upaya berbenah yang dilakukan masyarakat kota paling timur pulau Jawa ini. Pada tahun 2010, Banyuwangi merupakan kota paling kotor di Jatim. Dalam tempo satu tahun, Banyuwangi berhasil berbenah dan berhasil memperoleh sertifikat Adipura sebagai kota bersih. Pada penilaian Adipura 2012 ini, Pemkab Banyuwangi menargetkan membawa pulang piala Adipura. (radar)