sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Hutama Karya (Persero) resmi memperpanjang masa pengoperasian fungsional Jalan Tol Padang Tiji–Seulimeum hingga 29 Januari 2026.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mendukung mobilitas dan distribusi logistik di wilayah Aceh.
Sebelumnya, ruas tol tersebut hanya dibuka secara fungsional hingga 22 Januari 2026.
Perpanjangan waktu operasional ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, Kepolisian Daerah setempat, hingga instansi terkait lainnya.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa keputusan tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Hutama Karya berupaya memastikan akses layanan tetap tersedia secara efisien agar distribusi berjalan lancar. Namun, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama selama pengoperasian fungsional berlangsung,” ujar Mardiansyah dalam keterangan resminya.
Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Jalan
Seiring dengan perpanjangan waktu fungsionalisasi tol, Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku.
Pengemudi diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintas, termasuk pengecekan rem, ban, dan bahan bakar.
Selain itu, pengguna jalan juga diingatkan untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk serta tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat.
Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Konektivitas Tol Sigli–Banda Aceh Makin Utuh
Dengan difungsionalkannya ruas Padang Tiji–Seulimeum, konektivitas Jalan Tol Sigli–Banda Aceh sepanjang 74 kilometer kini tersambung secara utuh dengan seksi-seksi lainnya hingga ke kawasan Baitussalam.
Hal ini dinilai sangat strategis dalam mempercepat waktu tempuh antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Hutama Karya (Persero) resmi memperpanjang masa pengoperasian fungsional Jalan Tol Padang Tiji–Seulimeum hingga 29 Januari 2026.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mendukung mobilitas dan distribusi logistik di wilayah Aceh.
Sebelumnya, ruas tol tersebut hanya dibuka secara fungsional hingga 22 Januari 2026.
Perpanjangan waktu operasional ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, Kepolisian Daerah setempat, hingga instansi terkait lainnya.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa keputusan tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Hutama Karya berupaya memastikan akses layanan tetap tersedia secara efisien agar distribusi berjalan lancar. Namun, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama selama pengoperasian fungsional berlangsung,” ujar Mardiansyah dalam keterangan resminya.
Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Jalan
Seiring dengan perpanjangan waktu fungsionalisasi tol, Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku.
Pengemudi diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintas, termasuk pengecekan rem, ban, dan bahan bakar.
Selain itu, pengguna jalan juga diingatkan untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk serta tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat.
Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Konektivitas Tol Sigli–Banda Aceh Makin Utuh
Dengan difungsionalkannya ruas Padang Tiji–Seulimeum, konektivitas Jalan Tol Sigli–Banda Aceh sepanjang 74 kilometer kini tersambung secara utuh dengan seksi-seksi lainnya hingga ke kawasan Baitussalam.
Hal ini dinilai sangat strategis dalam mempercepat waktu tempuh antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh.








