Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Pemotong Rumput Diduga Hanyut di Sungai Kemepag Banyuwangi, Mesin Ditemukan Tersangkut Ranting

pemotong-rumput-diduga-hanyut-di-sungai-kemepag-banyuwangi,-mesin-ditemukan-tersangkut-ranting
Pemotong Rumput Diduga Hanyut di Sungai Kemepag Banyuwangi, Mesin Ditemukan Tersangkut Ranting

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Seorang pemotong rumput diduga hanyut terbawa arus sungai Kemepag di Dusun Kembo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, pada Kamis sore (8/1). Korban adalah Alapi Hariyono, 63, warga setempat. 

Dugaan korban hanyut di sungai diperkuat dengan ditemukannya alat potong rumput yang tersangkut ranting pohon pada aliran sungai tersebut.

Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy mengatakan, kejadian berawal saat korban yang sedang memotong rumput di sawah.

Kemudian, sekitar pukul 15.00 turun hujan deras, korban berteduh di salah satu pondok atau gubuk bersama Endang Suyitno yang berkerabat dengan korban.

Setelah hujan reda, Suyitno pulang terlebih dahulu untuk mengantarkan cabai. Saat Suyitno berangkat pulang, Alapi masih berada di pondok.

Setelah mengantar cabai ke rumah, ia kembali ke pondok, namun Alapi sudah tidak terlihat. “Awalnya korban dikira sudah pulang,” katanya, Jumat (9/1).

Namun, sekitar pukul 19.00, lanjut Kapolsek Rudy, keluarga korban menanyakan keberadaan Alapi Hariyono yang belum sampai rumah. Keluarga bersama warga sekitar mencoba mencari keberadaan korban.

“Saat dilakukan pencarian, hanya menemukan mesin potong rumput yang tersangkut pada ranting pohon di aliran sungai dengan jarak sekitar 500 meter dari tempat korban biasa menyeberang,” lanjutnya.

Karena hanya menemukan mesin potong rumput milk korban di aliran sungai, warga menduga korban hilang terbawa arus.

Saat itu aliran sungai cukup deras dan terjadi hujan. Hingga kemarin pencarian korban masih berlangsung.

“Diduga korban hanyut terbawa arus. Keluarga dan masyarakat langsung melaporkan ke Polsek. Kemudian dilakukan pencarian bersama-sama oleh masyarakat, polisi, pemerintah desa, Basarnas, hingga Damkarmat, namun masih belum menemukan keberadan korban,” pungkasnya. (why/sgt)