sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kehadiran Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi yang kini resmi bernama Tol Prosiwangi diproyeksikan membawa perubahan besar bagi konektivitas kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur.
Dengan beroperasinya tol ini secara penuh, waktu perjalanan Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi yang sebelumnya bisa mencapai lima jam melalui jalur arteri Pantura akan terpangkas drastis menjadi sekitar dua jam.
Tol Prosiwangi menjadi ruas pamungkas yang menyempurnakan jaringan Tol Trans Jawa dari Merak hingga ujung timur Pulau Jawa, yakni Ketapang, Banyuwangi.
Perubahan nama Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi dari Tol Probowangi menjadi Tol Prosiwangi disampaikan langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat meninjau proyek tersebut pada Senin (10/11/2025).
Menurut Bupati Rio, perubahan nama ini bukan sekadar administratif, tetapi memiliki makna kuat bagi identitas daerah Situbondo yang menjadi salah satu poros utama jalur tol tersebut.
“Kami bangga karena nama Situbondo kini tersemat jelas dalam proyek strategis nasional ini. Tol Prosiwangi akan menjadi tulang punggung konektivitas dan perekonomian daerah,” ujar Rio.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Nasim Khan yang turut memperjuangkan perubahan nama tersebut.
Informasi resmi pergantian nama telah diumumkan oleh Humas Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersamaan dengan kabar uji laik fungsi Seksi 1 dan Seksi 2.
Menghubungkan Kecamatan-Kecamatan Strategis di Situbondo
Tol Prosiwangi membentang melintasi sejumlah kecamatan strategis di Kabupaten Situbondo, yang selama ini bergantung pada jalur Pantura. Kecamatan yang dilalui antara lain:
- Banyuglugur
- Besuki
- Suboh
- Mlandingan
- Bungatan
- Kendit
- Panarukan
- Kota Situbondo
- Panji
- Kapongan
- Arjasa
- Jangkar
- Asembagus
- Banyuputih
- Mangaran
- Sumbermalang
Kehadiran tol ini diharapkan mempercepat akses masyarakat di wilayah-wilayah tersebut menuju pusat ekonomi, pelabuhan, serta kawasan pariwisata.
Sinergi Tol dan Jalan Kabupaten
Usai meninjau proyek tol, Bupati Rio melanjutkan kunjungan ke Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur, untuk memantau perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten yang dibiayai APBD.
Jalan-jalan tersebut dirancang terhubung langsung dengan akses utama Tol Prosiwangi, sehingga memperkuat jaringan transportasi dari tingkat lokal hingga nasional.
“Pembangunan tol harus seiring dengan peningkatan jalan daerah. Ini penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Rio.
Progres Konstruksi dan Jadwal Fungsional
Page 2
Pembangunan Tol Prosiwangi terus menunjukkan kemajuan signifikan. Seksi 1 Gending–Kraksaan dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton diproyeksikan mulai difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
Sementara itu, Seksi 3 Paiton–Besuki yang dikerjakan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi telah mencapai progres 85,23 persen.
Jika seluruh tahapan rampung, perjalanan Banyuwangi–Probolinggo diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 45 menit, dari sebelumnya lebih dari dua jam melalui jalur Pantura yang kerap padat.
Tahap I dan Tahap II Tol Prosiwangi
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono menjelaskan, pembangunan Tahap I Tol Prosiwangi membentang dari Probolinggo hingga Besuki sepanjang 49,68 kilometer, terbagi dalam tiga paket:
- Paket 1 Gending–Kraksaan
- Paket 2 Kraksaan–Paiton
- Paket 3 Paiton–Besuki
Dengan beroperasinya ruas ini, waktu tempuh Probolinggo–Besuki akan dipangkas dari 1 jam 15 menit menjadi sekitar 30 menit, dengan kecepatan rata-rata 80–100 km/jam.
Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi memiliki panjang 175,4 kilometer dan dibangun dalam dua tahap:
Tahap I (Probolinggo–Besuki)
- Panjang: 49,68 km
- GT: Kraksaan, Paiton, Situbondo Barat
- Simpang susun: Kraksaan, Paiton, Besuki
Tahap II (Besuki–Banyuwangi)
Tol ini terbagi dalam tujuh seksi, mulai dari Gending–Kraksaan hingga Bajulmati–Ketapang, sebagai gerbang utama menuju Pulau Bali.
Dorong Ekonomi Tapal Kuda
Dengan nilai investasi mencapai Rp21 triliun, Tol Prosiwangi diyakini menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kawasan Tapal Kuda.
Sektor yang terdampak langsung antara lain industri pengolahan hasil laut, pertanian, pariwisata, dan logistik.
Meski demikian, Bupati Rio menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada tol.
“Tol ini sangat penting, tapi harus dibarengi penguatan akses lokal dan ekonomi rakyat, agar UMKM dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Sebagai ruas pamungkas Tol Trans Jawa, Tol Prosiwangi diharapkan menjadi penghubung utama dari Merak hingga Ketapang, sekaligus membuka babak baru konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bagian timur. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kehadiran Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi yang kini resmi bernama Tol Prosiwangi diproyeksikan membawa perubahan besar bagi konektivitas kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur.
Dengan beroperasinya tol ini secara penuh, waktu perjalanan Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi yang sebelumnya bisa mencapai lima jam melalui jalur arteri Pantura akan terpangkas drastis menjadi sekitar dua jam.
Tol Prosiwangi menjadi ruas pamungkas yang menyempurnakan jaringan Tol Trans Jawa dari Merak hingga ujung timur Pulau Jawa, yakni Ketapang, Banyuwangi.
Perubahan nama Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi dari Tol Probowangi menjadi Tol Prosiwangi disampaikan langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat meninjau proyek tersebut pada Senin (10/11/2025).
Menurut Bupati Rio, perubahan nama ini bukan sekadar administratif, tetapi memiliki makna kuat bagi identitas daerah Situbondo yang menjadi salah satu poros utama jalur tol tersebut.
“Kami bangga karena nama Situbondo kini tersemat jelas dalam proyek strategis nasional ini. Tol Prosiwangi akan menjadi tulang punggung konektivitas dan perekonomian daerah,” ujar Rio.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Nasim Khan yang turut memperjuangkan perubahan nama tersebut.
Informasi resmi pergantian nama telah diumumkan oleh Humas Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersamaan dengan kabar uji laik fungsi Seksi 1 dan Seksi 2.
Menghubungkan Kecamatan-Kecamatan Strategis di Situbondo
Tol Prosiwangi membentang melintasi sejumlah kecamatan strategis di Kabupaten Situbondo, yang selama ini bergantung pada jalur Pantura. Kecamatan yang dilalui antara lain:
- Banyuglugur
- Besuki
- Suboh
- Mlandingan
- Bungatan
- Kendit
- Panarukan
- Kota Situbondo
- Panji
- Kapongan
- Arjasa
- Jangkar
- Asembagus
- Banyuputih
- Mangaran
- Sumbermalang
Kehadiran tol ini diharapkan mempercepat akses masyarakat di wilayah-wilayah tersebut menuju pusat ekonomi, pelabuhan, serta kawasan pariwisata.
Sinergi Tol dan Jalan Kabupaten
Usai meninjau proyek tol, Bupati Rio melanjutkan kunjungan ke Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur, untuk memantau perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten yang dibiayai APBD.
Jalan-jalan tersebut dirancang terhubung langsung dengan akses utama Tol Prosiwangi, sehingga memperkuat jaringan transportasi dari tingkat lokal hingga nasional.
“Pembangunan tol harus seiring dengan peningkatan jalan daerah. Ini penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Rio.
Progres Konstruksi dan Jadwal Fungsional







