BANYUWANGI, KOMPAS.com – Durian merah Banyuwangi menjadi komoditas holtikultura khas Banyuwangi yang ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG) oleh Kementerian Hukum melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis.
Kini diakui negara, durian merah Banyuwangi dahulu ternyata sempat tak diinginkan keberadaannya. Bahkan jika berbuah, sering dibuang karena dianggap berbahaya.
“Kalau dari sejarahnya dulu dianggap durian tidak normal dan dibuang karena takut keracunan,” kata salah satu petani durian merah asal Songgon, Hariyanto, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Kopi Langka dari Banyuwangi, Harta Karun di Lereng Gunung Raung
Puluhan tahun lalu, pohon durian merah banyak tumbuh, namun ditebang karena dianggap tak bermanfaat.
Namun, hal tersebut berubah pada 2012. Bupati Banyuwangi kala itu, Abdullah Azwar Anas mengenalkan kembali potensi durian merah Banyuwangi.
“Jika dibandingkan durian merah dari daerah lain, durian merah Banyuwangi lebih merah, rasanya lebih legit dan pulen,” terang Hari.
Baca juga: Durian Merah Banyuwangi, Buah Kebanggaan Lokal yang Resmi Dilindungi Negara
Durian merah Banyuwangi kemudian sering mengikuti berbagai pameran di luar kota dan menarik minat penggemar durian.
Kini, durian merah Banyuwangi kian digemari. Namun, peningkatan minat tak berbanding lurus dengan buah yang tersedia. Sebab, masa panen yang lama.
“Entres (cabang produktif) yang disambung durian merah dan biasa, 6-12 bulan setelah tingginya satu meter baru bisa ditanam di kebun,” ujar Hari.
Setelah ditanam, pohon durian merah tak bisa langsung berbuah. Buah terbaiknya baru akan jatuh dan dapat dinikmati ketika usia pohon minimal 5 tahun.
Lamanya masa tanam, hingga jarangnya ketersediaan buah durian merah menjadikannya komoditas langka yang banyak diburu wisatawan dari berbagai daerah.
“Baru kemarin ada penggemar durian dari Yogyakarta telepon saya tanya duriannya sudah ada apa belum, saya bilang belum,” tuturnya.
Buah durian merah dapat dinikmati sekitar bulan Maret-April. Banyak wisatawan berbondong-bondong datang ke Kecamatan Songgon yang menjadi satu dari beberapa wilayah sentra durian merah di Banyuwangi.
Kisaran harganya Rp 500.000 untuk buah setengah kilogram, dan akan lebih mahal seiring semakin beratnya timbangan. Namun, para penggemar durian rela merogoh kocek dalam demi mencicipi durian merah asli Banyuwangi yang dikenal eksklusif dan bernilai tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang








