Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tiga Jenazah Ditemukan Selama Sepekan Evakuasi Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya – TIMES Banyuwangi

tiga-jenazah-ditemukan-selama-sepekan-evakuasi-bangkai-kmp-tunu-pratama-jaya-–-times-banyuwangi
Tiga Jenazah Ditemukan Selama Sepekan Evakuasi Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya – TIMES Banyuwangi

Rabu, 04 Februari 2026 – 16:01

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Total sebanyak tiga jenazah ditemukan oleh masyarakat di wilayah perairan Selat Bali, selama sepekan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dilakukan.

Diberitakan sebelumnya, dua jenazah ditemukan di perairan Selat Bali saat saat pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Minggu (1/2/2026).

Untuk jenazah pertama yang ditemukan diduga merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Rabu (2/7/2025). Korban teridentifikasi sebagai I Wayan Teja Setiawan berdasarkan kartu identitas (KTP) dan ponsel yang ditemukan masih melekat pada tubuhnya.

Sedangkan, jenazah kedua yang ditemukan oleh seorang nelayan hingga kini masih belum diketahui identitasnya. Saat ini tim Disaster Victim Identification (DVI) tengah melakukan identifikasi di RSUD Negara, Bali. 

Terbaru, petugas Satpolairud Polresta Banyuwangi mengkonfirmasi adanya temuan jenazah di perairan Selat Bali, Rabu (4/2/2026). 

Jenazah ditemukan di pesisir pantai wilayah Sumur Kembar, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Gilimanuk, Bali  dalam kondisi tak utuh. Dengan adanya temuan ini, total tiga jenazah yang ditemukan selama proses pengangkatan bangkai kapal berlangsung.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchamad Wahyudi mengatakan, jenazah tersebut ditemukan tergeletak di bibir pantai.

“Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga setempat, yakni Rahmawati pada pukul 07.30 WIB,” katanya, Rabu (4/2/2026)

Selanjutnya, masih kata Kompol Wahyudi, Rahmawati melaporkan temuan tersebut kepada Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Bali. Setelah dipastikan benar, jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan dari Bali untuk kemudian dibawa ke rumah sakit.

“Kami masih menunggu informasi lanjutan dari RSUD Negara karena jenazah ditangani di sana,” tuturnya.

Kompol Wahyudi mengakui, saat proses pengangkatan kapal berlangsung, memungkinkan jenazah-jenazah lain ikut terangkat. Untuk itu, Satpolairud memperluas area patroli agar kemunculan jenazah bisa cepat diketahui.

“Kami meningkatkan mobilitas dan mengedepankan rasa kemanusiaan. Langkah yang kami lakukan adalah stand by di beberapa titik. Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak, melakukan pengamatan langsung, dan seluruh kebutuhan untuk evakuasi jenazah sudah kami siapkan,” tegasnya. (*)

Pewarta : Anggara Cahya
Editor : Ferry Agusta Satrio