Usai Tarawih, Bocah di Cluring Jadi Korban Penjambretan

  • Bagikan
korban bersama ibunya, Foto : seblang.com

Gadis di bawah umur berinsial N (9) warga Kecamatan Cluring trauma berat usai dirinya menjadi korban penjambretan setelah menunaikan salat tarawih di Musala Al – Barokah wilayah Kecamatan Cluring.

HM (47) ibu korban mengatakan, kejadian ini berlangsung saat tarawih malam pertama. Usai tarawih, putrinya bermain bersama seorang rekannya di depan musala.

Tak lama kemudian, kedua bocah itu didatangi seorang pria tak dikenal mengendarai motor Honda Beat warna putih kombinasi biru, datang dari arah barat.

“Pria itu menghampiri putri saya dan bertanya di mana ibu kamu,” jelas HM. Tiba-tiba saja tangan pria yang mengenakan masker dan helm berwarna hitam tersebut langsung menjambret kalung korban seberat 7 gram.

Sontak, tubuh bocah ini terseret hingga lehernya mengalami luka lecet. Pria tak dikenal tersebut berhasil membawa kabur bandul liontin dan separuh kalung emas yang dikenakan korban.

Sedangkan separuh kalung terjatuh di sekitar lokasi kejadian. Dan saat itu juga kedua bocah ini berteriak meminta tolong. Korban yang ketakutan langsung menangis histeris.

HM menyebut, saat kejadian kondisi kampung sangat sepi. Kejadian penjambretan itu baru pertama kali terjadi.
Setelah kejadian itu korban tidak dapat tidur semalaman dan mengaku mengalami trauma berat.

HM, mengaku tidak melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Dia berharap peristiwa penjambretan ini dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat agar tidak memakaikan perhiasan emas kepada anak yang masih kecil.

“Kerugian sekitar Rp. 3 juta. Kalung yang dijambret itu seberat 3 gram dan bandul liontin seberat 4 gram. Dari kejadian ini saya akhirnya sadar jika perhiasan yang dikenakan anak kecil itu benar-benar rawan.

Anak saya sangat trauma dan tidak mau memakai kalung emas lagi,” pungkas HM. (Wartawan : M. Yudi Irawan)

Sumber : https://seblang.com/2021/04/15/usai-teraweh-bocah-di-cluring-jadi-korban-penjambretan/

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: