sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kebakaran hebat melanda Warung Sheila Fried Chicken (SFC) di Desa/Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (25/1) malam.
Dari hasil penyelidikan sementara, bocornya tabung gas melon menjadi penyebab utama insiden tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski kerugian material ditaksir mencapai Rp 150 juta.
Kepala Damkar Banyuwangi, Edi Supriyono, menjelaskan awal mula kebakaran.
Insiden berawal saat salah satu karyawan warung, Ryan, sedang mengganti tabung gas melon. Setelah tabung terpasang, ternyata gas mulai bocor.
“Melihat itu, Ryan mencoba melepas kembali selang gas,” jelas Edi.
Namun, saat selang dilepas dari tabung, gas menyembur keluar dan mengarah ke nyala kompor yang masih menyala.
Semburan gas tersebut kemudian menimbulkan letupan, menyambar seluruh isi bangunan, sehingga seluruh karyawan panik dan segera menyelamatkan diri.
Proses Pemadaman Api
Damkar Banyuwangi menerima laporan dari warga sekitar pukul 18.35 WIB. Petugas langsung menurunkan tiga mobil pemadam kebakaran untuk menangani insiden.
Dalam proses pemadaman, digunakan dua nozzle. Satu nozzle difokuskan ke titik api utama, sementara nozzle lain diarahkan ke bagian depan bangunan untuk memutus rantai api.
Api yang sudah merambat ke lantai dua kemudian dipadamkan secara bertahap.
“Api berhasil dipadamkan selama 1 jam 30 menit,” kata Edi. Setelah itu, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi dan membongkar beberapa struktur material yang terbakar agar tidak terjadi penyalaan ulang (re-ignition).
Dugaan Penyebab dan Kerugian
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kebakaran hebat melanda Warung Sheila Fried Chicken (SFC) di Desa/Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (25/1) malam.
Dari hasil penyelidikan sementara, bocornya tabung gas melon menjadi penyebab utama insiden tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski kerugian material ditaksir mencapai Rp 150 juta.
Kepala Damkar Banyuwangi, Edi Supriyono, menjelaskan awal mula kebakaran.
Insiden berawal saat salah satu karyawan warung, Ryan, sedang mengganti tabung gas melon. Setelah tabung terpasang, ternyata gas mulai bocor.
“Melihat itu, Ryan mencoba melepas kembali selang gas,” jelas Edi.
Namun, saat selang dilepas dari tabung, gas menyembur keluar dan mengarah ke nyala kompor yang masih menyala.
Semburan gas tersebut kemudian menimbulkan letupan, menyambar seluruh isi bangunan, sehingga seluruh karyawan panik dan segera menyelamatkan diri.
Proses Pemadaman Api
Damkar Banyuwangi menerima laporan dari warga sekitar pukul 18.35 WIB. Petugas langsung menurunkan tiga mobil pemadam kebakaran untuk menangani insiden.
Dalam proses pemadaman, digunakan dua nozzle. Satu nozzle difokuskan ke titik api utama, sementara nozzle lain diarahkan ke bagian depan bangunan untuk memutus rantai api.
Api yang sudah merambat ke lantai dua kemudian dipadamkan secara bertahap.
“Api berhasil dipadamkan selama 1 jam 30 menit,” kata Edi. Setelah itu, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi dan membongkar beberapa struktur material yang terbakar agar tidak terjadi penyalaan ulang (re-ignition).
Dugaan Penyebab dan Kerugian







