Sering Hujan Sebabkan Pendapatan Perajin Ikan Turun

0
134
Seorang perajin ikan asin layang menjemur di sekitar TPI Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar kemarin (24/10).

MUNCAR – Mendung dan hujan yang sering turun akhir-akhirnya, membuat para perajin ikan asin di sekitar Pelabuhan Muncar harus lebih bersabar. Sebab, proses pengeringan dengan mengandalkan sinar matahari terhambat dan omzet menurun kemarin (24/10).

Salah satu perajin ikan asin, Yadi, 37, mengatakan saat kemarau lalu dia bisa memproduksi ikan asin kering kualitas bagus hingga tiga ton per hari. Saat itu, proses penjemuran cukup menghabiskan waktu antara lima hingga tujuh jam per hari. Tapi saat mendung dan turun hujan, pengeringan bisa memakan waktu hingga lima hari. “Cuacanya sekarang tidak menentu, setelah duhur kadang sudah mendung,” katanya.

Loading...

Karena kurangnya jemuran, kata dia, ikan yang dijemur untuk dibuat ikan asin menjadi bau, berubah warna, bahkan juga rusak. Yang menyedihkan lagi, bila biasanya satu bulan bisa meraup omzet Rp 3 juga hingga Rp 5 juta per bulan, kalau cuaca hujan seperti ini hanya kisaran Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan. “Kalau ada ovenan pengering kemungkinan masih bisa teratasi,” ungkapnya.

Ikan asin hasil produksinya ini, terang dia, dikirim ke berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan, juga ada yang dikirim ke luar kota seperti Surabaya dan Bali. “Kalau kondisi cuaca seperti saat ini, kami hanya bisa memenuhi kebutuhan pelanggan di Banyuwangi saja,” cetusnya.

Untuk harga ikan asin, Yadi mengungkapkan untuk ikan asin jenis layang saat ini agak mahal, yakni di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram. Padahal bila musim panas dan ikan, harganya hanya Rp 18 ribu per kilogram.

Mahalnya harga ikan asin saat musim hujan ini, disebabkan butuh tenaga ekstra dalam pembuatannya. Jika cuaca mendadak turun hujan, maka harus cepat diangkat ke tempat teduh. “Kalau tidak ikan akan busuk dan rusak,” ungkapnya. (radar)

loading...