Omzet Perajin Ikan Asin Menurun

0
147
Foto Ilustrasi

BANYUWANGI – Para perajin ikan asin yang tinggal di pesisir Pantai Muncar, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, tampaknya harus bersabar. Cuaca yang sering mendung, membuat hasil produksinya tidak bisa maksimal.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, proses pengeringan yang hanya mengandalkan sinar matahari, berpengaruh bila cuaca mendung atau hujan. Dan itu, membuat omzetnya juga menurun, Rabu (10/6/2020) kemarin.

“Sekarang masih sering mendung,” terang Warsini (40) salah satu perajin ikan asin asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Warsini mengatakan, saat kemarau membuat ikan asin itu mudah dan cepat kering. Dalam sehari, bisa memproduksi ikan asin kering kualitas bagus hingga tiga ton. Tapi saat ini, karena sering mendung maka proses penjemuran hingga sampai 5 hari.

“Cuacunya sekarang tidak menentu, setelah duhur kadang sudah mendung,” katanya.

Warsini menambahkan, karena kurangnya jemuran, ikan yang dijemur untuk dibuat ikan asin menjadi bau, berubah warna, bahkan rusak. Yang menyedihkan lagi, bila biasanya satu bulan bisa meraup Rp 3 juga hingga Rp 5 juta per bulan, kalau cuaca hujan seperti ini hanya kisaran Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan.

“Kalau ada mesin pengering kemungkinan masih bisa teratasi,” ungkapnya.

Ikan asin hasil produksinya ini, terang dia, dikirim ke berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan, juga ada yang dikirim keluar kota seperti Surabaya dan Bali.

“Kalau kondisi cuaca seperti saat ini, kami hanya bisa memenuhi kebutuhan pelanggan di Banyuwangi saja,” cetusnya.

Sementara untuk harga ikan asin, Warsini menyampaikan agak mahal, yakni di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram. Padahal, bila musim panas dan ikan juga banyak, harganya hanya Rp 18 ribu per kilogmm.

“Stok sedikit, harga naik,” katanya.

Mahalnya harga ikan asin saat turun hujan ini, disebabkan butuh tenaga ekstra dalam pembuatannya. Jika mendadak turun hujan, maka harus cepat diangkat ke tempat teduh.

“Kalau tidak, ikan akan busuk dan rusak,” ungkapnya.

Perajin ikan asin lainnya, Karomah (36) menyampaikan sejak sepekan lalu ikan asin yang diproduksi dalam pengeringan butuh waktu hingga beberapa hari.