Silat Seleksi Pendekar Proyeksi Kejurprov

0
149
IPSI Banyuwangi hanya akan mengirim atlet pencak silat yang betul-betul berpeluang meraih medali.

BANYUWANGI – Menjelang pelaksanaan Kejurpov Piala Gubernur Jatim bulan depan, IPSI Banyuwangi menggelar seleksi kepada sejumlah atletnya. Rencananya, seleksi akan digelar hari ini (22/10) di SDN Model Banyuwangi. Saat ini, sudah 61 atlet yang didaftarkan 13 perguruan untuk mengikuti seleksi tersebut. Dari jumlah tersebut, IPSI akan kembali merampingkan hingga mendapatkan formasi yang paling ideal.

Sekretaris lPSl Banyuwangi Hidayaturrahman mengatakan, untuk Kejurprov kali ini IPSI menerapkan seleksi ketat. Hanya atlet yang benar-benar berpotensi juara saja yang akan dimasukkan dalam kontingen IPSI Banyuwangi kail ini.

“Yang saay ini kita cukup ketat. Karena manajer tim juga ingin memberangkatkan atlet yang bisa meraih medali di Kejurprov ini. Untuk yang kelas dewasa minimal pernah meraih juara tiga di kejuaraan tingkat provinsi, dan untuk yang kelas remaja minimal juara satu di kejuaraan kabupaten,” ujar pria yang akrab disapa Dayat itu.

Loading...

Regulasi tersebut membuat jumlah perguruan yang mendaftarkan atletnya untuk mengikuti seleksi jauh lebih sedikit dibanding biasanya. Namun, kata Dayat, hal itu memang sudah sesuai dengan kesepakatan dari awal ketika rapat pembahasan Kejurprov.

“Hari ini (kemarin) kita timbang badan dan technical Meeting di Kantor KONI Banyuwangi. Baru Minggu besok (hari ini) kita melakukan seleksi kepada 61 atlet tersebut di aula SDN Model. Kita tidak akan menurunkan atlet di semua kelas, tapi cukup yang potensial juara saja yang kita turunkan,” imbuhnya.

Dayat juga memperkirakan dengan seleksi itu, kemungkinan besar akan ada penurunan sekitar 30 persen dari 61 atlet yang telah didaftarkan. Sementara ini, 61 atlet itu didaftarkan oleh 13 perguruan diantaranya Kujang Pajajaran, Panca Sakti, Suaka Pasung Laksa, Merpati Putih, Tapak Suci, Satya Wira Nanggala, Panca Bella, Kera Sakti, Perisai Diri, Pagar Nusa, Pamur, Asad, dan PSHT. Nantinya mereka akan diuji langsung oleh tim dari lembaga Pelatih IPSl Banyuwangi.

Para atlet yang dinyatakan lolos akan langsung mengikuti TC berjenjang yang dilaksanakan selama dua minggu, kemudian mereka juga akan dimasukkan ke dalam TC khusus sebelum diberangkatkan ke Sidoarjo.

“Persaingan di Jawa Timur ini begitu ketat. Karena itu kita harus mengirim yang terbaik, jangan sampai berangkat banyak tapi tidak membawa apa-apa. Tapi dampaknya memang ada beberapa perguruan seperti Singo Wongso dan Garuda Sakti yang tidak mengirimkan atletnya di seleksi ini. Tapi kita harap mereka mengerti karena ini sesuai dengan konsep IPSl untuk bisa meraih medali dengan maksimal,” tandasnya. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :