Waspadai Jajan dengan Pewarna Tekstil

0
201
Camat Genteng, Firnan Sanyoto bersama Kapala Puskesmas Kembiritan. Suroso saat mamberikan penjelasan kepada siswa terkait makanan kurang sehat.

GENTENG – Kebiasan siswa membeli makanan ringan dan kudapan di warung dan pedagang yang ada di sekolah, itu harus diperhatikan secara serius. Sebab, itu sangat mengancam kesehatan bagi siswa.

Loading...

Untuk mengantisipasi itu, Kepala Puskesmas Kembiritan, Kecamatan Genteng, Suroso, mengaku setiap hari menerjunkan empat tim kesehatan ke sejumlah sekolah, untuk pemeriksaan makanan yang dijual para pedagang. Sampai saat ini, sekolah yang sudah didatangi itu mencapai 80 persen.

“Dari 38 sekolah, sudah 30 sekolah yang didatangi,” katanya. Dalam kegiatan itu, terang dia, tim kesehatan itu melibatkan Forpimka dan UPTD Pendidkan. Dari basil pemeriksaan, tim kesehatan sering menemukan makanan yang mengandung rodamin, baik makanan yang diproduksi pabrik maupun yang dibuat warga.

“Itu sangat berbahaya,” ungkapnya. Rodamin itu, jelas dia, sebenarnya untuk pewarna tekstl idan kertas. Jika bahan itu ada di dalam makanan dan dikonsumsi anak-anak setiap hari, dalam jangka panjang akan mengendap di dalam tubuh dan bisa membahayakan. “Ini harus diwaspadai,” cetusnya.

Menurut Suroso, cara yang paling bijak untuk menghindari makanan berbahaya itu, membekali siswa dengan pengetahuan soal makanan, seperti bisa membedakan makanan kedaluwarsa, dan makanan yang memiliki warna mencolok,” jelasnya.

Tapi yang paling ideal, lanjut dia, mencegah siswa jajan dan menyiapkan bekal dari rumah. Bekal makanan dan minuman dari rumah, itu sudah cukup untuk kebutuhan makan selama di sekolah. “Yang  aman dan baik bawa bekal sendiri,” ucapnya. (radar)

loading...