sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Periode mudik Lebaran 2026 diprediksi menghadapi tantangan besar akibat cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim.
Pengamat politik dan kebijakan publik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menegaskan bahwa kondisi ini harus diantisipasi secara serius dan terencana.
Menurut Ujang, fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai daerah berpotensi menimbulkan bencana tak terduga selama arus mudik.
Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang komprehensif dan bertahap agar keselamatan serta kenyamanan masyarakat tetap terjamin, khususnya di jalur-jalur krusial seperti jalan tol dan pelabuhan penyeberangan.
“Jika direncanakan sejak awal secara matang, ketertiban dan kelancaran mudik dapat terwujud,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengamanan mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan harus disesuaikan dengan dinamika risiko terbaru, termasuk ancaman hidrometeorologi.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memproyeksikan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama angkutan Lebaran Idul Fitri 2026.
Angka tersebut diperoleh dari survei resmi yang dilakukan pemerintah untuk mengukur preferensi serta persepsi masyarakat terkait perjalanan mudik.
Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, pemerintah telah menyiapkan 31.345 unit bus, 829 kapal, 2.683 sarana kereta api, 392 pesawat, dan 255 kapal penyeberangan.
Ribuan armada itu juga telah melalui proses ramp check guna memastikan kelayakan operasional.
Selain penyediaan sarana transportasi, pemerintah menghadirkan program stimulus seperti diskon tiket, Angkutan Mudik Gratis Lebaran, serta pengaturan kendaraan angkutan barang melalui Surat Keputusan Bersama.








