sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah memastikan pembangunan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) menjadi salah satu proyek prioritas nasional di Jawa Timur.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo menegaskan, tol tersebut ditargetkan sudah tembus hingga Situbondo pada 2028 sebelum dilanjutkan hingga Banyuwangi.
Kepastian itu disampaikan Doddy saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (10/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian ruas tol yang menjadi tulang punggung konektivitas kawasan tapal kuda.
“Saya harapkan tahun 2028 selesai lah itu Tol Prosiwangi,” ujar Doddy.
Namun demikian, untuk tahap awal pemerintah memfokuskan pembangunan hingga Situbondo terlebih dahulu.
“Tahun 2028 untuk sementara waktu sampai Situbondo dulu ya,” tandasnya.
Setelah rampung sampai Situbondo, proyek strategis nasional tersebut akan langsung dilanjutkan hingga Banyuwangi, tepatnya sampai Ketapang, yang merupakan akses utama penyeberangan Jawa–Bali.
Seksi Paiton–Besuki Dikebut, Siap Fungsional Lebaran 2026
Sambil menargetkan 2028 tembus Situbondo, pemerintah juga mempercepat penyelesaian seksi-seksi yang sedang berjalan.
Salah satu fokus utama saat ini adalah Seksi 3 Paiton–Besuki sepanjang 25,6 kilometer.
Menurut Doddy, progres pembangunan ruas tersebut telah melampaui 92 persen. Pemerintah menargetkan ruas ini bisa dibuka secara fungsional pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Saat ini progresnya sudah di atas 92 persen,” ungkapnya.
Untuk mengejar target tersebut, proses pra-Provisional Hand Over (pra-PHO) tengah dilakukan.
Pemerintah menargetkan PHO bisa dilaksanakan sebelum Ramadan 2026, sehingga ruas dari Gending hingga Besuki dapat difungsionalkan saat puncak arus mudik.
Page 2
Page 3
Jika rencana berjalan sesuai jadwal, masyarakat sudah dapat melintasi Tol Prosiwangi dari Gending sampai Besuki pada Lebaran 2026.
Momentum tersebut dinilai krusial karena setiap tahun terjadi lonjakan signifikan volume kendaraan menuju kawasan tapal kuda dan Banyuwangi.
Seksi 1 dan 2 Sudah Pernah Beroperasi Fungsional
Sebelumnya, Seksi 1 (Gending–Kraksaan) sepanjang 12,88 kilometer dan Seksi 2 (Kraksaan–Paiton) sepanjang 11,2 kilometer telah sempat dibuka secara fungsional saat periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Ruas tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan. Namun setelah periode Nataru berakhir, tol kembali ditutup guna memenuhi seluruh persyaratan operasional secara penuh.
Langkah itu dilakukan agar saat dioperasikan permanen, seluruh standar keselamatan dan kelayakan telah terpenuhi, mulai dari rambu lalu lintas, marka jalan, sistem drainase, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Prioritas 2028: Besuki–Situbondo Rampung
Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi terbagi menjadi tujuh seksi dengan panjang total lebih dari 176 kilometer. Rinciannya sebagai berikut:
- Seksi 1 Gending–Kraksaan: 12,88 km
- Seksi 2 Kraksaan–Paiton: 11,2 km
- Seksi 3 Paiton–Besuki: 25,6 km
- Seksi 4 Besuki–Situbondo: 43,3 km
- Seksi 5 Situbondo–Asembagus: 16,76 km
- Seksi 6 Asembagus–Bajulmati: 37,45 km
- Seksi 7 Bajulmati–Ketapang: 29,21 km
Untuk mencapai target 2028, pemerintah memprioritaskan penyelesaian hingga Seksi 4 Besuki–Situbondo.
Artinya, pada 2028 mendatang, tol ditargetkan sudah tersambung penuh hingga Situbondo.
Setelah itu, pembangunan dilanjutkan ke arah timur menuju Banyuwangi melalui Seksi 5, 6, dan 7 hingga Ketapang.
Dengan skema tersebut, konektivitas wilayah timur Jawa Timur akan meningkat bertahap, sekaligus memberikan kepastian arah pengembangan infrastruktur jangka panjang.
Dongkrak Ekonomi Tapal Kuda dan Akses ke Bali
Tol Prosiwangi memiliki peran strategis karena menghubungkan kawasan industri, pusat logistik, pelabuhan, hingga destinasi wisata unggulan di Jawa Timur bagian timur.
Sejumlah kawasan seperti Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi memiliki potensi besar di sektor industri, perikanan, pertanian, serta pariwisata.
Destinasi seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, hingga kawasan wisata pantai Banyuwangi diproyeksikan mendapat dampak positif dari peningkatan aksesibilitas.
Selain itu, keberadaan tol hingga Ketapang akan memperlancar arus barang dan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang sebagai pintu utama penyeberangan ke Bali.
Biaya logistik diharapkan turun seiring berkurangnya waktu tempuh dan kepadatan di jalur nasional pantura tapal kuda. Distribusi barang menjadi lebih efisien, sementara mobilitas masyarakat semakin cepat dan aman.






