sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Umat Muslim di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Februari 2026.
Penetapan tersebut berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dengan penetapan tersebut, masyarakat dapat menggunakan jadwal imsakiyah resmi sebagai panduan waktu sahur, berbuka, serta pelaksanaan salat lima waktu selama bulan suci Ramadhan.
Jadwal imsakiyah ini dikutip dari laman resmi Bimas Islam Kemenag yang memang setiap tahun menyusun jadwal untuk seluruh wilayah Indonesia.
Jadwal Imsakiyah Banyuwangi 19 Februari 2026
Berikut jadwal imsakiyah untuk Kabupaten Banyuwangi pada hari pertama Ramadhan 1447 H:
- Imsak: 03.59 WIB
- Subuh: 04.09 WIB
- Terbit: 05.23 WIB
Sementara itu, jadwal lengkap waktu salat lima waktu adalah sebagai berikut:
- Subuh: 04.09 WIB
- Dzuhur: 11.40 WIB
- Ashar: 14.47 WIB
- Maghrib: 17.49 WIB
- Isya: 19.00 WIB
Waktu Maghrib menjadi penanda berbuka puasa bagi umat Muslim setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Panduan Ibadah Puasa Ramadhan
Jadwal imsakiyah memiliki peran penting sebagai panduan ibadah selama Ramadhan. Waktu imsak menjadi pengingat untuk segera menghentikan makan sahur sebelum masuk waktu Subuh.
Selain itu, jadwal salat juga membantu umat Muslim mengatur aktivitas harian selama berpuasa, mulai dari ibadah wajib hingga sunnah seperti tarawih dan tadarus Al-Qur’an.
Pemerintah melalui Kemenag juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka.
Penetapan Awal Ramadhan Melalui Sidang Isbat
Sidang isbat penetapan awal Ramadhan dilakukan dengan mempertimbangkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Hasil keputusan tersebut menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia.
Dengan dimulainya Ramadhan 1447 H, masyarakat di Banyuwangi diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta memperbanyak amal kebaikan selama bulan suci.
Ramadhan juga menjadi momentum mempererat kebersamaan keluarga dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (*)






