Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

ADD dan BLSM Tidak Tepat Sasaran

addWarga Banyuanyar Demo ke Balai Desa

KALIBARU – Unjuk rasa puluhan warga ke balai Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, terkait persoalan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) berlangsung panas kemarin. Sejumlah warga yang merasa program ADD dan BLSM tidak tepat sasaran menuding ada permainan yang dilakukan perangkat desa. Akibat permainan yang diduga dilakukan perangkat desa setempat tersebut, program ADD dan BLSM justru menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Ada masalah dan kecemburuan sosial di masyarakat,” kata Sirri, tokoh masyarakat setempat. Juri, tokoh masyarakat lain mencontohkan, nama-nama penerima BLSM di daerahnya ada yang diduga dipalsu  hingga tidak tepat sasaran. “Tolong dicek sampai ke bawah. Jangan sampai orang mampu dapat bantuan, sedangkan yang miskin tidak dapat,” tandasnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Banyuanyar Supardi menjelaskan, semua penggunaan ADD ada laporan pertanggungjawabannya.

“Nanti bisa dilihat di LPJ-nya,” tuturnya. Terkait BLSM, dia mengaku berterima kasih atas masukan terkait dugaan penyaluran yang kurang tepat sasaran itu. “Nanti kita cek, karena memang data itu dari pusat,” janji Supardi. Suasana mendadak panas ketika Juri mengungkap persoalan Program Nasional Agraria (Prona). Sebab, program sertifi kat masal yang semestinya gratis tersebut ternyata harus bayar rata-rata Rp 500 ribu. “Kami punya bukti bahwa banyak warga yang dimintai uang. Tetapi, sampai sekarang sertifi katnya belum jadi,” tandas Juri. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE