AMJ, Bupati Anas Undang Tokoh Lintas Agama

0
341

amjMinta Kritik dan Saran selama Memimpin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Jelang akhir masa jabatan (AMJ) sebagai bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menggelar pertemuan dengan tokoh lintas parpol dan lintas agama kemarin (16/4). Pertemuan yang digelar
di Pendapa Sabha Swagata Blambangan ini diadakan guna menyampaikan laporan pertanggungjawaban informal sekaligus meminta masukan dan kritik selama memimpin Banyuwangi.

Jajaran forum pimpinan daerah (forpimda), organisasi masyarakat (ormas), dan tokoh lembaga swadaya masyarakat (LSM), juga hadir dalam acara yang berlangsung gayeng tersebut. Tidak ketinggalan pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi di lembaga dewan Bumi Blambangan. Dalam paparannya, Bupati Anas memaparkan berbagai keberhasilan yang berhasil diraih Banyuwangi beberapa tahun terakhir. Di bidang pengelolaan sanitasi dan air bersih, Banyuwangi berhasil meraih juara satu tingkat nasional.

Demikian halnya di bidang tata ruang, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini juga sukses meraih juara I tata ruang tingkat nasional. Yang terbaru, Banyuwangi meraih penghargaan Pangripta tingkat Jatim. Kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini dinilai memiliki perencanaan pembangunan terbaik dan sukses meningkatkan kualitas pembangunan daerah. Ada banyak keberhasilan lain yang telah dicapai Banyuwangi.

“Berbagai keberhasilan dan kemajuan tersebut tidak bisa diraih tanpa dukungan semua elemen masyarakat,” ujar Anas. Bupati Anas mengaku masih banyak hal yang belum sempurna. “Tugas kita bersama menyempurnakan apa-apa yang belum sempurna tersebut,” cetusnya. Anas menambahkan, pihaknya tidak menutup telinga terhadap kritik yang dilontarkan sejumlah kalangan. Misalnya terkait dugaan adanya penyimpangan pada kegiatan Banyuwangi Festival (B-Fest) dan pembangunan infrastruktur di Banyuwangi.

Menurut Anas, pihaknya sudah kirim surat kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar B-Fest menjadi objek pertama audit. Pemkab Banyuwangi juga meminta pembangunan infrastruktur menjadi objek audit oleh BPK. Paparan Anas tersebut mendapat apresiasi positif berbagai elemen yang hadir dalam pertemuan kemarin. Mereka mengapresiasi langkah Anas yang meminta BPK melakukan audit terhadap pelaksanaan B-Fest dan pembangunan infrastruktur tersebut.

“Biasanya orang dicurigai itu kan gentar. Pak Anas malah meminta yang dicurigai itu menjadi objek audit yang pertama. Ini kan luar biasa,” kata salah satu tokoh lintas agama. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi, M. Yamin mengatakan, Banyuwangi membangun dan berusaha memperbaiki keadaan, yang terpenting adalah menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat. 

Terlebih menjelang proses pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) seperti saat ini.“Kalau masyarakat tercerai-berai, kapan kita membangun,” kata pria yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi tersebut. Bupati Anas mengatakan, pertemuan  dengan para tokoh lintas agama, ormas, LSM, dan lain-lain itu dilakukan untuk meminta masukan, kritik, dan saran, sebelum dirinya menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) di DPRD hari ini (17/4).

“Laporan di DPRD itu bersifat formal. Pertanggungjawaban informal itu juga penting,” tuturnya. Anas menambahkan, para kiai dan tokoh lintas agama memberikan kritik dan saran yang luar biasa. Selain itu, mereka juga support kepada Anas untuk menjaga keamanan dan situasi kondusif di Banyuwangi. “Setelah menyampaikan kepada para kiai dan tokoh lintas agama, besok (hari ini) kami saya akan menyampaikan LKPJ tahunan kepada dewan,” pungkasnya. (radar)