Anggap Tembakau Masalah Nasional

0
440
ANJLOK: Petani memilah daun tembakau di Desa Kumendung, Muncar.
ANJLOK: Petani memilah daun tembakau di Desa Kumendung, Muncar.
ANJLOK: Petani memilah daun tembakau di Desa Kumendung, Muncar.
ANJLOK: Petani memilah daun tembakau di
Desa Kumendung, Muncar.

BANYUWANGI – Ratusan ton tembakau milik petani Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, yang tidak laku ternyata menjadi masalah nasional. Semua daerah penghasil tembakau juga meresahkan penurunan harga yang men-capai 50 persen tersebut. Pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indone-sia (APTI) Kabupaten Banyuwangi, Gendir Su-parno, mengakui problem penurunan harga tembakau tersebut saat dikonfirmasi melaluiponselnya kemarin (17/9). “Tembakau yang ti-dak laku dijual ini bukan hanya terjadi di wila-yah Banyuwangi,” katanya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Menurut Gendir, APTI Banyuwangi bersamaAPTI Provinsi Jawa Timur sudah membahas ma-salah merosotnya harga tembakau tersebut. Sampai saat ini, masalah tembakau yang tidaklaku itu belum ada solusi. “APTI masih akan ber-temu lagi. Rencananya akan mengundang pe-merintah,” ujarnya.

Dalam pertemuan lanjutan nanti, terang Gendir, APTI akan berusaha secara maksimal agar tembakau milik petani yang kini disimpan itu terserap secara mak simal. Sehingga, para pe-ta ni tidak ada yang rugi. “Kita ber harap semua tembakau laku di jual,” cetusnya.

Loading...

Gendir menyebut, tembakau ti dak laku karena overpro duk si. Produksi tembakau yang berlebihan membuat har ga anjlok hingga 50 persen dari harga normal. Selain itu, permintaan dari pabrik ro kok menurun hingga 25 per sen. “Itu yang menjadi pe nye bab tembakau tidak laku,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Per-kebunan (Dispertahutbun) Ba-nyuwangi, Ikrori Hudanto, mengaku tidak mengetahui masalah tem-ba kau milik para pe tani yang tidak laku itu. “Masalah penjualan barang, seperti tembakau, itu bukan wilayah kami,” sebutnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2