Anggaran Jasmas DPRD Rp 561 Juta per Orang

0
767
Hermanto Ketua DPRD Banyuwangi
HermantoKetua DPRD Banyuwangi
Hermanto
Ketua DPRD Banyuwangi

BANYUWANGI – Ini kabar menggembirakan bagi anggota DPRD Banyuwangi. Mendekati Pemilihan Umum (Pemilu)Legislatif 2014, kantung wakil  rakyat bakal semakin tebal. Itu terjadi lantaran anggaran jaring aspirasi masyarakat (jasmas) masing-masing anggota dewan di tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp 100 juta dibanding anggaran serupa di tahun 2012 ini.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, alokasi dana jasmas anggota DPRD Banyuwangi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 mencapai Rp 561 juta per orang. Padahal, anggaran jasmas masing-masing anggota dewan pada APBD 2012 “hanya” Rp 400-an juta per orang. Ketua DPRD Banyuwangi, Her manto, membenarkan bahwa di tahun 2013 anggaran jasmas tiap anggota dewan mengalami peningkatan dibanding tahun 2012.

Loading...

“Di tahun 2013 alokasi anggaran jasmas tiap anggota dewan naik sekitar Rp 100 juta, sehingga menjadi Rp 561 juta per orang,” ungkapnya Hermanto menambahkan, saat draf Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) Tahun Anggaran 2012 masuk ke meja DPRD, elemen masyarakat yang akan diberi bantuan dana jasmas memang belum tercantum secara by name by address. “Namun dalam waktu dua sampai tiga hari, masing-masing anggota dewan sudah menyerahkan daftar by name by address. Sehingga, saat KUA-PPAS disahkan, daftar by name by address tersebut sudah terakomodasi,” kata dia.

Hermanto menambahkan, kelengkapan administrasi penyaluran dana jasmas oleh tiap anggota dewan kepada konstituen bisa dilakukan sambil “berjalan”. “Yang penting by name by address-nya sudah siap. Misalnya (dana jasmas) akan diserahkan kepada kelompok masyarakat mana? pimpinannya siapa? Soal kelengkapan administrasi, misalnya proposal dan lain sebagainya, bisa dilakukan sambil berjalan,” pungkas politikus asal PDI Perjuangan tersebut. (radar)