sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Jelang arus mudik Lebaran 2026, jajaran kepolisian di Banyuwangi mulai menyiapkan berbagai strategi pengamanan.
Salah satu fokus utama pengamanan berada di jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang.
Polresta Banyuwangi memperkirakan peningkatan jumlah pemudik pada tahun ini bisa mencapai sekitar 10 persen dibandingkan periode Lebaran sebelumnya.
Lonjakan ini diperkirakan terjadi baik pada arus kendaraan maupun penumpang yang menyeberang dari Jawa menuju Bali maupun sebaliknya.
Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pengamanan dengan mendirikan sejumlah pos pengamanan di titik-titik strategis.
“Kami mendirikan satu pos terpadu, 11 pos pengamanan serta pos pelayanan yang kami dirikan di titik-titik yang memang biasanya ada aktivitas masyarakat,” kata Rofiq, Jumat (6/3).
Pos Pengamanan di Titik Strategis
Pos-pos pengamanan tersebut ditempatkan di lokasi yang dinilai memiliki mobilitas masyarakat tinggi selama Ramadan hingga masa mudik Lebaran.
Tidak hanya di jalur utama transportasi, pos pelayanan juga akan ditempatkan di lokasi keramaian masyarakat.
Menurut Rofiq, keberadaan pos pelayanan bersifat fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan karakter kegiatan masyarakat selama bulan Ramadan.
Salah satunya di area pasar takjil yang biasanya menjadi pusat keramaian warga menjelang waktu berbuka puasa.
Dengan pola pengamanan tersebut, polisi berharap dapat memberikan pelayanan sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya aktivitas Ramadan hingga Lebaran.
Puncak Mudik Berpotensi Bertepatan dengan Nyepi
Tantangan pengamanan arus mudik tahun ini diperkirakan lebih kompleks dibandingkan tahun sebelumnya.
Page 2
Page 3
Hal tersebut disebabkan oleh kemungkinan puncak arus mudik yang bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.
Situasi tersebut diprediksi dapat memengaruhi pola pergerakan kendaraan yang menuju maupun keluar dari Pelabuhan Ketapang.
Ketika Nyepi berlangsung, seluruh aktivitas di Bali termasuk transportasi dihentikan sementara, sehingga pengaturan arus kendaraan menjadi faktor krusial.
Karena itu, Polresta Banyuwangi menyiapkan langkah koordinasi lintas sektoral untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali.
Perkuat Koordinasi dengan Kepolisian Bali
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, pihak kepolisian akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan di Bali.
Rofiq menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan digelar rapat koordinasi lintas sektoral di tingkat provinsi guna membahas strategi pengaturan arus mudik.
“Besok kami akan melaksanakan rapat koordinasi di tingkat provinsi secara lintas sektoral. Dari situ nanti akan kita dapatkan skema pengaturan arus mudik,” jelasnya.
Selain rapat di tingkat provinsi, koordinasi juga akan dilakukan di tingkat kabupaten.
Polisi juga menjalin komunikasi intensif dengan aparat keamanan di Bali, termasuk jajaran kepolisian di wilayah Jembrana.
Kerja sama ini dinilai penting karena arus kendaraan di kedua sisi pelabuhan saling berkaitan dan harus dikelola secara terpadu.
Siapkan Buffer Zone untuk Antisipasi Kepadatan
Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penumpukan kendaraan menuju pelabuhan, polisi juga menyiapkan sejumlah buffer zone atau kantong parkir sementara.
Titik-titik tersebut akan digunakan sebagai lokasi penampungan kendaraan apabila antrean menuju pelabuhan mulai memanjang.
Dengan adanya buffer zone, diharapkan kepadatan lalu lintas di jalur utama dapat dikendalikan.







