sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah memastikan proyek pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali akan kembali dilanjutkan melalui proses lelang ulang setelah sebelumnya sempat terhenti karena kendala investasi.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan tahapan persiapan kini memasuki penyusunan ulang dokumen kelayakan proyek.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa proses lelang ulang dilakukan dengan memperbaiki sejumlah aspek penting agar proyek lebih menarik bagi investor.
“Sejalan dengan hal tersebut, dilakukan penyusunan kembali dokumen readiness criteria sebagai bagian dari penyiapan pelelangan pengusahaan jalan tol,” jelas Wilan dalam keterangan resminya, Senin (16/2/2026).
Tingkatkan Daya Tarik Investasi
Menurut Wilan, penataan ulang lingkup proyek dan tahapan pembangunan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kelayakan finansial sekaligus memperbesar minat investor.
Pemerintah ingin memastikan pembangunan berjalan terukur, bertahap, dan sesuai kebutuhan lalu lintas aktual di lapangan.
“Penataan kembali lingkup proyek dan tahapan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kelayakan finansial dan daya tarik investasi,” tambahnya.
Sebelumnya, proyek tol ini sebenarnya telah melewati berbagai tahapan penting, mulai persetujuan prakarsa hingga penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).
Namun proyek akhirnya dihentikan karena kewajiban pengadaan lahan dan proses financial close tidak terpenuhi.
Perjanjian kerja sama tersebut resmi diakhiri pada 3 Agustus 2023.
Masuk Proyek Strategis Nasional Presiden
Tol Gilimanuk–Mengwi sendiri merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) era Presiden Prabowo Subianto.
Status tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.
Jika terealisasi, jalan tol ini akan menjadi yang terpanjang di Bali dan diharapkan mampu mendorong konektivitas wilayah barat hingga selatan pulau tersebut, termasuk memperkuat sektor pariwisata dan logistik.
Melintasi 58 Desa di Tiga Kabupaten
Berdasarkan rencana pembangunan, Tol Gilimanuk–Mengwi akan melintasi tiga kabupaten, 13 kecamatan, dan 58 desa.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah memastikan proyek pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali akan kembali dilanjutkan melalui proses lelang ulang setelah sebelumnya sempat terhenti karena kendala investasi.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan tahapan persiapan kini memasuki penyusunan ulang dokumen kelayakan proyek.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa proses lelang ulang dilakukan dengan memperbaiki sejumlah aspek penting agar proyek lebih menarik bagi investor.
“Sejalan dengan hal tersebut, dilakukan penyusunan kembali dokumen readiness criteria sebagai bagian dari penyiapan pelelangan pengusahaan jalan tol,” jelas Wilan dalam keterangan resminya, Senin (16/2/2026).
Tingkatkan Daya Tarik Investasi
Menurut Wilan, penataan ulang lingkup proyek dan tahapan pembangunan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kelayakan finansial sekaligus memperbesar minat investor.
Pemerintah ingin memastikan pembangunan berjalan terukur, bertahap, dan sesuai kebutuhan lalu lintas aktual di lapangan.
“Penataan kembali lingkup proyek dan tahapan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kelayakan finansial dan daya tarik investasi,” tambahnya.
Sebelumnya, proyek tol ini sebenarnya telah melewati berbagai tahapan penting, mulai persetujuan prakarsa hingga penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).
Namun proyek akhirnya dihentikan karena kewajiban pengadaan lahan dan proses financial close tidak terpenuhi.
Perjanjian kerja sama tersebut resmi diakhiri pada 3 Agustus 2023.
Masuk Proyek Strategis Nasional Presiden
Tol Gilimanuk–Mengwi sendiri merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) era Presiden Prabowo Subianto.
Status tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.
Jika terealisasi, jalan tol ini akan menjadi yang terpanjang di Bali dan diharapkan mampu mendorong konektivitas wilayah barat hingga selatan pulau tersebut, termasuk memperkuat sektor pariwisata dan logistik.
Melintasi 58 Desa di Tiga Kabupaten
Berdasarkan rencana pembangunan, Tol Gilimanuk–Mengwi akan melintasi tiga kabupaten, 13 kecamatan, dan 58 desa.







