Arang Gambiran Tembus UEA

0
2001

GAMBIRAN – Usaha pembuatan arang tampaknya cukup menjanjikan. Usaha yang kini ditekuni Mashud, 66, warga RT 3, RW 1, Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, itu sebagian diekspor ke Uni Emirate Arab (UEA). Mashud mulai menekuni usaha pembuatan arang sejak tahun 2005.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Itu setelah usaha kerajinan yang dikirim ke Bali bangkrut akibat ada Bom Bali 2. “Saya memulai usaha arang ini dari kecil,” terangnya. Awal usahanya itu, jelas dia,  anya dijual kepada para tetangga. Selain itu, juga ke beberapa pasar tradisional yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

“Arang digunakan sebagai bahan bakar dan obat di tambak,” katanya. Dalam usaha pembuatan arang itu, Mashud memanfaatkan bahan baku dari pasokan kayu limbah mebel. Selain itu dirinya juga membuat arang dengan bahan baku dari batok kelapa. “Semakin keras kayunya, kualitas arang semakin bagus,” jelasnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Usai Keliling 9 Negara, KRI Bima Suci Singgahi Banyuwangi