sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi menggelar apel awal pekan pertama di tahun 2026 Senin (5/1).
Kegiatan yang digelar di halaman kantor Kemenag Banyuwangi ini sekaligus menandai dimulainya kembali aktivitas kerja pasca rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag.
Dalam amanatnya, Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat yang bertindak sebagai pembina apel mengapresiasi seluruh insan Kemenag Banyuwangi atas suksesnya pelaksanaan rangkaian kegiatan HAB ke-80 yang telah digelar sebelumnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama, kekompakan, dan kebersamaan seluruh komponen yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Momentum awal tahun ini dapat menjadi semangat baru bagi seluruh insan Kemenag untuk bertekad menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih berintegritas,” ujar Chaironi.
Ia menegaskan bahwa Kemenag Banyuwangi harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat sekaligus terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kemenag Banyuwangi harus hadir sebagai institusi yang memberi contoh serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Chaironi juga memohon dukungan dari seluruh aparatus sipil negara (ASN) Kemenag untuk menyukseskan dua agenda lanjutan, yakni Kemangi Award yang akan diselenggarakan di MAN 1 Banyuwangi serta acara resepsi.
Ia menyampaikan bahwa resepsi tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur.
Lebih lanjut, Chaironi berharap agar pelaksanaan kegiatan HAB ada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga menyinggung kegiatan Jalan Sehat Kerukunan yang diikuti sekitar 7 ribu peserta sebagai bukti antusiasme dan semangat kebersamaan keluarga besar Kemenag Banyuwangi.
Menutup amanatnya, Chaironi menegaskan bahwa setiap tugas dan pengabdian ASN Kemenag Banyuwangi tidak sekadar bernilai sebagai pekerjaan, tetapi juga memiliki nilai ibadah.
“Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik dan penuh tanggung jawab tidak hanya menghasilkan gaji, tetapi juga bernilai pahala,” pungkasnya. (ray/sgt)








