Bambang DH: Rp 500 Juta per Desa!

  • Bagikan

bambangBANYUWANGI – Calon Gubernur (cagub) nomor urut 3, Bambang DH, me ngunjungi Pasar Rogojampi, Pasar Banyuwangi, dan Pasar Wongsorejo, kemarin (20/8). Selain banyak mendapat acungan jempol dari warga, Bambang DH juga menemukan fakta bahwa banyak yang belum tahu tanggal 29 Agustus 2013 adalah saatnya coblosan pemilihan gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). “Ini ya, Pak Bambang DH. Selama ini, kami hanya dengar dari jempol, jempol begitu,” kata Triastutik, pedagang di Pasar Rogojampi, kemarin.

Triastutik melihat di televisi tempo hari, ketika Bambang DH berkampanye bersama Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, di kawasan barat Jawa Timur. “Iya Bu. Apa ka bar? Semoga dagangannya laris,” tutur Bambang Triastutik terlihat semringah. Ia pun menawarkan rengginang “Ecooo” dagangannya. “Enak lho Pak, rengginang ini jempol se perti Pak Bambang DH,” kata pe milik toko Podo Seneng itu. Bam bang DH pun langsung mencicipi rengginang tersebut.

“Enak. Top, jempol,” puji dia. Bambang DH menjelaskan, hari Sabtu 24 Agustus nanti, ia akan melakukan kampanye rapat umum di Banyuwangi. Kegiatan itu akan dihadiri Megawati Soekarnoputri, ketua umum DPP PDI Perjuangan (PDIP). “Kami menutup kampanye Pilgub Jawa Timur tepat di ujung timur Jawa, yakni Banyuwangi. Kata pepatah, matahari terbit dari timur. Insya-Allah, Ibu Mega akan ha dir sebagai juru kampanye,” jelasnya.

Bambang DH diajukan calon gubernur Jawa Timur oleh PDIP ber pasangan dengan calon wakil gubernur Said Abdullah. Ke duanya adalah perpaduan Jawa dan Madura. Bambang DH adalah mantan Walikota Su rabaya, kelahiran Pacitan, be rusia 52 tahun. Said adalah putera Madura dari Sumenep, anggota DPR RI, berusia 52 tahun. Keduanya mengangkat ikon “Jempol” dalam pemenangan Pilgub Jawa Timur. Ia menjelaskan, jempol itu tanda hebat, luar biasa, serba baik, dan unggul.

Anak-anak muda menyu kai ikon kreatif itu. “Saya dan Said adalah pasangan anak muda. Program kami, mem beri anggaran Rp 500 juta per desa tiap tahun. Itu untuk mendorong pertumbuhan desa,” kata Bambang DH. Dia menyebutkan, di Jawa Timur terdapat 8.500 desa. Jadi, dibutuhkan Rp 5 triliun dari APBD Jawa Timur. “APBD Jawa Ti mur saat ini Rp 16 triliun. Ti dak akan bangkrut kalau di distribusikan ke daerah sam pai ke desa.

Inilah pintu masuk perubahan Jawa Timur karena bakal ada dana Rp 5 triliun berputar di bawah setiap tahun, yang pasti berpengaruh ter hadap pertumbuhan desa di semua bidang,” kata Bambang DH. Sementara itu, Bambang DH turun ke Banyuwangi ditemani Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Sekretaris PDIP Banyuwangi I Made Cahyana Negara. Dalam kampanye kemarin, ditemukan fakta banyak warga yang belum tahu bahwa Kamis 29 Agustus mendatang adalah pesta demokrasi rakyat untuk memilih gubernur-wakil gubernur baru.

“Belum tahu, Pak. Kapan coblosannya?” tanya Nurul, pen jual pakaian muslim. Bambang DH pun memberi tahu tentang hari coblosan tersebut. Nurul mengangguk tanda mengerti. “Banyak yang belum tahu kok, Pak,” jelas Nurul. Begitu pula Lilis, pedagang kue pasar. Dia mengaku belum tahu hari coblosan Pilgub Jatim, ter masuk siapa saja calonnya. “Untung saya ketemu Pak Bambang DH. Yang lain saya belum mengerti,” kata Lilis kepada temannya sesama pedagang.

Sementara itu, Kunti sampai meninggalkan toko pracangannya di Pasar Rogojampi ha nya ingin bertemu Bambang DH. “Foto ya Pak, mumpung ke temu,” kata dia. Bambang DH pun melayaninya. “Terbukti bukan, masih banyak warga yang belum tahu 29 Agustus adalah hari Pilgub Jawa Timur,” kata Bambang DH. Fakta-fakta itu membuat Bambang DH yakin ada skenario besar untuk membuat Pilgub Jawa Timur menjadi senyap.

Masyarakat sengaja di buat tidak tahu kapan pesta de mokrasi itu digelar. Sementara itu, di Pelabuhan Ketapang, Bambang DH disambut meriah para pedagang asongan. “Hidup Pak Bambang. Jem pol nomor 3!” teriak mereka. Kepala Dusun Ketapang, Wawan mengatakan, para asongan yang berjumlah 282 orang itu di bawah koordinasinya. “Mereka dan keluarganya akan membantu Bambang-Said,” kata Wawan. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: