Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Bangorejo Canangkan Bebas Buta Huruf

bangunBANGOREJO – Demi mensukseskan program bebas buta aksara, Forpimka Bangorejo, bekerja sama dengan dinas UPTD Kecamatan Bangorejo, mulai mengagendakan kegiatan bebas buta aksara kemarin (11/3). Berdasarkan data rekapitulasi yang telah diterima pihak Kecamatan Bangorejo, jumlah warga yang diindikasi buta aksara, ada 1.211 dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Bangorejo. Data itu sebelum dilakukan proses verifi kasi.

Namun, setelah adanya verifikasi, dari jumlah 1.211 itu, dipastikan berkurang karena adanya detail data, mulai jumlah warga yang bisa membaca ada 273, lansia ada 88, meninggal 44, dan data yang tidak ada orangnya, tapi masuk data ada 36. Sedangkan data warga yang pindah tempat dan pergi ada 34 orang. Dengan adanya data tersebut, pihak Kecamatan Bangorejo mempunyai data verifikasi jumlah penduduk yang buta aksara berjumlah 736 orang.

Dan warga yang buta aksara memerlukan pelakuan khusus sebanyak 90 orang. Dengan adanya data setelah verifikasi Plt.Camat Bangorejo. Supriyadi akan melakukan penanganan terhadap warga yang buta aksara tapi tidak berkebutuhan khusus.Dari data 736 penduduk yang buta aksara itu dikurangi 90 warga buta aksara tapi berkebutuhan khusus maka jumlah warga yang perlu penanganan saat ini ada 646 warga.

Menurut Supriyadi warga yang berkebutuhan khusus ini contohnya ada warga yang tidak bisa baca tapi memgalami penyakit seperti lumpuh, kena katarak dan lain-lain.Bukanya pemerintah tingkat Kecamatan lepas tanggung jawab terhadap warga yang berkebutuhan khusus,namun masih perlu dicarikan solusinya. Berdasarkan data tersebut, Forpimka sudah berkordinasi dengan pihak UPTD untuk mulai melakukan pembelajaran.

“Untuk tenaga pembelajaran yang kita ambil dari guru tenaga Pegawai Negeri yang mengajar kelas satu sampai kelas 3,” ujar Supriyadi, Camat Bangorejo. Diungkapkan, proses pembelajaran terhadap warga buta aksara ini akan dimulai pada 17 Maret mendatang. Sedangkan tempat pembelajaran dipusatkan di balai dusun, desa, dan gedung sekolah. “Harapan saya, dalam dua bulan ke depan ini warga Kecamatan Bangorejo harus bebas buta aksara,” tekad Supriyadi. (radar)