Bangunan di Glagah-Licin Wajib Bergaya Osing

0
551

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi menetapkan dua kecamatan penyangga wisata Gunung Ijen, yakni Kecamatan Licin dan Kecamatan Glagah, sebagai basis desa wisata adat. Sebagai konsekuensinya, pemkab akan mewajibkan semua bangunan baru harus berarsitektur khas Banyuwangi. Penetapan dua kecamatan sebagai basis desa wisata adat itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas saat bertemu tim peneliti arsitektur Osing dari Universitas Jember (Unej) kemarin (6/12).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata itu juga dihadiri sejumlah budayawan Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, tim Unej menyampaikan paparan awal hasil penelitian tentang arsitektur bangunan Osing di depan Bupati Anas dan sejumlah budayawan. Hasil sementara penelitian yang dilakukan tim Unej Jember itu dipaparkan kepada pemerintah daerah dan beberapa budayawan agar mendapat tanggapan.

Tim peneliti yang dipimpin Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unej Drs. Husni Abdul Gani MS itu beranggota Dr. Isa Ma’rufi SKM dan Nunung Nuringhayati STMT. Dalam pertemuan itu, tim mem beberkan hasil penelitian terhadap arsitektur rumah Osing, mulai atap, tiang penyang ga, dinding, hingga dapur. Hasil penelitian terhadap arsitektur rumah Osing itu akan ditetapkan sebagai arsitektur semua bangunan yang akan berdiri di Kecamatan Glagah dan Kecamatan Licin.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Baritan Takir Sewu, Tradisi Petani Banyuwangi Minta Hujan