Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Banjir Bandang Terjang Kota Padang: 12 Warga Tewas, Jembatan Putus dan 12 Ribu Jiwa Terdampak

banjir-bandang-terjang-kota-padang:-12-warga-tewas,-jembatan-putus-dan-12-ribu-jiwa-terdampak
Banjir Bandang Terjang Kota Padang: 12 Warga Tewas, Jembatan Putus dan 12 Ribu Jiwa Terdampak

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatra Barat, sepanjang Kamis (27/11) memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah kota.

Arus banjir bandang menghantam pemukiman warga, infrastruktur rusak, serta ribuan jiwa terpaksa terdampak kondisi darurat.

BPBD Kota Padang bersama BPBD Provinsi Sumbar, TNI-Polri, serta dinas terkait langsung turun ke lokasi sejak dini hari untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.

Banjir Bandang Hantam Lubuk Minturun, 4 Warga Meninggal

Kawasan bantaran Sungai Minturun menjadi titik yang paling terdampak.

Banjir dengan volume besar membawa material pohon dan endapan lumpur menghantam rumah-rumah warga di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga: Deretan Jalan Tol di Sumatera Lumpuh Akibat Banjir dan Longsor, Ini yang Dilakukan Hutama Karya

Empat orang dilaporkan meninggal dunia. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat hingga terseret arus banjir.

Petugas fokus mengevakuasi warga yang masih berada di area rawan dan mengamankan jalur aliran sungai untuk mencegah jatuhnya korban tambahan.

Jembatan di Koto Luar Putus Dihantam Arus

Selain Lubuk Minturun, bencana juga memutus akses vital antarpermukiman.

Jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh ambruk setelah dihantam material kayu yang hanyut terbawa arus banjir.

Putusnya jembatan membuat akses transportasi warga terisolasi sementara.

BPBD menyiapkan penanganan darurat berupa pemasangan peringatan dan rekayasa jalur agar mobilitas warga tetap bisa berlangsung.


Page 2


Page 3

Baca Juga: Tol Pejagan–Cilacap Hubungkan Utara–Selatan Jawa Tengah, Investasi Rp 27,2 triliun

14 Titik Terdampak Longsor dan Pohon Tumbang

Data Pusdalops BPBD Provinsi Sumbar mencatat, cuaca ekstrem hari ini berdampak pada 17 kelurahan di 7 kecamatan.

Tidak hanya banjir, longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa titik jalan. Selain itu 14 lokasi melaporkan insiden pohon tumbang.

Pendataan lapangan masih berlangsung hingga malam, mengingat sebagian data belum sepenuhnya terekam akibat gangguan akses dan komunikasi.

Wagub Sumbar: 12 Warga Meninggal, 12 Ribu Jiwa Terdampak

Dalam rapat tingkat menteri yang digelar virtual sore hari, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menyampaikan update dampak cuaca ekstrem di provinsi tersebut.

“Data terakhir di Sumatra Barat, korban meninggal dunia sebanyak 12 orang dan warga terdampak sekitar 12.000 jiwa,” ujar Vasko.

Baca Juga: Tragedi Banjir dan Longsor di Agam: 74 Jiwa Melayang, Pencarian Belum Usai

Ia menjelaskan sejumlah tantangan yang menghambat penanganan darurat, meliputi:

  • Material longsor menutup jalan
  • Akses komunikasi terganggu
  • Infrastruktur vital rusak
  • Pohon tumbang di beberapa kabupaten/kota

Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan status tanggap darurat, termasuk beberapa kabupaten/kota yang terimbas. Wilayah lain segera menyusul penetapannya sesuai perkembangan kondisi.

Vasko menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah bersama TNI/Polri akan terus memperkuat operasi lapangan demi memastikan keselamatan warga hingga situasi kembali terkendali.

Baca Juga: 174 Orang Tewas, 79 Hilang Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumatera: BNPB Kerahkan OMC dan Alutsista

BPBD: Evakuasi dan Keselamatan Warga Prioritas Utama