Banyuwangi Dulu Terkotor, Kini Terbersih

0
207

banyuwangiDua Kali Berturut-turut Raih Piala Adipura


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

JAKARTA – Tekad keras dan kepedulian masyarakat Banyuwangi menjaga kebersihan lingkungan berbuah manis. Kabupaten ber-tagline Sunrise of Java ini kembali berhasil menyabet Piala Adipura 2014 sebagai daerah terbersih kategori kota sedang. Penghargaan tersebut diberikan Wapres Boediono kepada Bupati Abdullah Azwar Anas kemarin (5/6). Prestasi Banyuwangi kali ini benar-benar membanggakan.

Betapa tidak, hanya berselang empat tahun setelah menyandang predikat kota terkotor ke dua se-Jawa Timur, kabupaten ujung timur Jawa ini bisa meraih penghargaan Adipura selama dua tahun berturut-turut, tepatnya tahun 2013 dan 2014. Pada 2012 Banyuwangi hanya menyabet sertifikat Adipura. Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, setelah sempat mendapat predikat kota terkotor pada tahun 2010, Banyuwangi terus berbenah.  

Hasilnya, pada tahun 2012 pembenahan itu mulai menunjukkan hasil positif. Kala itu Banyuwangi mendapat sertifikat Adipura.“Lalu di tahun 2013, penghargaan yang berhasil kita raih meningkat menjadi Piala Adipura. Tahun ini kita berhasil meraih Adipura untuk kali kedua,” ujarnya. Dikatakan, awal menjabat, Bupati Anas merasa kaget daerah yang dia pimpin menyandang predikat sebagai kota paling kotor kedua se-Jatim. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi ini lantas melakukan konsolidasi untuk berbenah.

“Gerakan yang kitalakukan waktu itu salah satunya adalah gerakan partisipasi rakyat, yang secara simbolis kita lakukan menyapu jalan secara bersamasama. Spirit yang kita usung, kita harus bareng-bareng berbenah,” kata dia. Sekadar tahu, Piala Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil dalam hal kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Tahun ini penyerahan piala berdasar empat kategori wilayah penilaian, yaitu kota metropolitan, kota besar, kota sedang, dan kota kecil. 

Banyuwangi merupakan salah satu di antara 28 kabupaten/kota kategori kota sedang yang berhasil merengkuh Piala Adipura dua kali berturut-turut. Di lingkup Jatim, dari 38 kabupaten/kota, ada lima daerah yang gagal mempertahankan Piala Adipura yang diraih tahun lalu. Lima kabupaten/ kota yang gagal mempertahankan Adipura tersebut adalah Kabupaten Bondowoso, Pasuruan, Jember, Kota Mojokerto, dan Kota Batu.

 Keberhasilan Banyuwangi mempertahankan Adipura tak luput berkat keterlibatan segenap elemen masyarakat dan sejumlah inovasi yang dilakukan Banyuwangi dalam mengelola lingkungan. Inovasi-inovasi dimaksud antara lain, program bank sampah, pengolahan sampah, membangun banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan apresiasi untuk para petugas kebersihan melalui insentif dan asuransi. Bupati Anas mengatakan, kebersihan daerah menjadi awal dari perwujudan daerah yang nyaman, sehat, dan layak tinggal.  

“Kami ingin Banyuwangi nyaman, sehat, semuanya happy. Sudah sejak tiga tahun ini kami fungsikan ruang terbuka hijau (RTH) yang dulu kotor menjadi ruang publik yang bersih. RTH kita perbaiki, kita beri panggung rakyat untuk berkesenian, lapangan basket, tempat bermain anak, stand kuliner yang teratur, dan fasilitas penunjang lainnya,” terangnya.

Di ruang-ruang publik itu, imbuh Bupati Anas, masyarakat berkumpul, berekreasi, berkesenian, dan bahkan bisa berdiskusi untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. Tidak hanya di pusat kota, RTH sebagai ruang publik juga dibangun di kecamatan-kecamatan lengkap dengan panggung untuk berkesenian. “Sekarang ada sepuluh RTH sebagai ruang publik. Ada Taman Blambangan, Taman Sayu Wiwit, Taman Sri Tanjung, dan lain-lain. Bertahap kami bangun di semua kecamatan,” pungkasnya. (radar)

Loading...