Barter Sampah Plastik dengan Kerajinan Cantik

0
1401
Novian mempraktikkan cara mengkreasi seni decoupage di hadapan ibu-ibu dan anak-anak di Taman Baca Poskamling Perum Puri Brawijaya Permai.

ANEKA benda kerajinan, mulai vas bunga, toples makanan, botol minuman, hinga tas, pokoknya bernuansa decoupage-misalnya motif bunga, binatang, dan lain sebagainya, kini tengah digandrungi masyarakat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selain indah dan cantik, barang- barang decoupage tersebut seolah saling melengkapi dengan interior bernuansa bunga-bunga dengan warna-warna pastel alias Shabby chic yang juga tengah melanda Banyuwangi sejak beberapa tahun terakhir.

Decoupage berasal dari bahasa Prancis découper atau berarti memotong. Decoupage merupakan kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan-potongan bahan (biasanya kertas) yang ditempel pada berbagai objek dan kemudian dilapisi dengan pernis atau pelitur.

Nah, peluang itu ditangkap dengan baik oleh Novian Dharma Putra, 29, warga Perum Agus Salim Resident Blok B-8, Banyuwangi. Sudah sekitar setahun dua anak ini menggeluti seni decoupage. Barang-barang kerajinan hasil kreasinya dipasarkan secara online maupun secara offline di galeri miliknya, yakni “Wasted Gallery Tolex Nunoxs”.

Aneka barang kerajinan telah berhasil dia buat. Seperti vas bunga, celengan, talenan, toples makanan, dan lain-lain. Menariknya, mayoritas barang kera jinan bernilai estetika sangat tinggi itu dia dibuat dari bahan dasar barang-barang bekas, mulai kaleng bekas, botol bekas, kayu bekas bahan bangunan, dan lain-lain.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Nelayan Muncar Panen Ikan Lemuru