Batalion Kostrad Segera Berdiri di Kabat

0
371


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KABAT- Rencana TNI AD memindahkan salah satu batalion infanteri raider di Jember ke Banyuwangi sepertinya akan direalisasikan dalam waktu dekat. Beberapa waktu lalu perwakilan Kodam V Brawijaya dan Brigif 9 Kostrad sudah meninjau lokasi tanah milik TNI di daerah Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat.

Hal itu dibenarkan Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Robby Bulan. Sudah ada peninjauan sistematis di lahan milik TNI seluas 20 hektare di Desa Pakistaji.  Rencananya di lokasi itu akan didirikan batalion infantri milik Kostrad yang sebelumnya berkantor di Jember.

“Mungkin pertimbangannya karena di Jember sudah terlalu banyak batalion, di Banyuwangi kan belum ada. Mereka ke sini beberapa hari lalu. Kita dampingi ke lokasi,” kata Robby. Saat ini di Jember ada dua batalion di bawah Kostrad, yaitu Batalion Infanteri  (Yonif) Raider 509/BalawaraYudha dan Yonif Raider 515/Ugra Tapa Yudha. Salah satu dari batalion itu yang akan dipindah ke Kecamatan Kabat.

Loading...

“Pemindahan seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Itu disesuaikan kebutuhan sebuah wilayah terkait pengamanan,” imbuh pria tiga anak itu. Dia menjelaskan, ada beberapa  keuntungan jika Banyuwangi  memiliki batalion. Yang pertama  terkait keamanan wilayah.

Seperti  diketahui, Banyuwangi sebagai batas timur Pulau Jawa menjadi pintu masuk sebagian besar orang  yang akan menuju Pulau Jawa. Belum lagi kedekatan dengan Pulau Bali yang mudah dimasuki warga asing hingga mata-mata.  Wilayah Banyuwangi yang cukup  luas memerlukan satuan tempur komposit yang bisa digerakkan dengan cepat jika sewaktu-waktu  dibutuhkan.

“Wilayah kita cukup luas, apalagi kalau ada pengamanan even internasional di Bali dan even kenegaraan di Banyuwangi. Kita biasanya harus menunggu pasukan dari Jember atau Malang. Padahal jaraknya cukup jauh. Di sini juga tidak ada Brimob, jadi saya rasa cukup tepat jika ada batalion di sini,” imbuhnya.

Terkait faktor ekonomi, lanjut Robby, keberadaan batalion di Banyuwangi merupakan sebuah keuntungan. Sebab, ada lebih dari 1.000 orang yang juga akan berpindah ke Banyuwangi jika ada batalion di sini. Mereka pasti  akan menggerakkan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar  batalion.

“Tahun ini mungkin mulai dikerjakan, karena kemarin lokasinya sudah mulai dipantau,’’ pungkasnya.  (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :