Bayi Seberat 500 Gram Lahir Di Rogojampi

0
327

bayiROGOJAMPI – Seorang bayi laki-laki dengan ukuran mungil, lahir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Rogojampi. Bayi dari Rima, warga Desa Lemahbang Dewo, Kecamatan Rogojampi, itu terlahir dengan bobot sekitar 500 gram pada Minggu (13/7), pukul 06.00. Kepala Pelayanan Medis PKU Muhammadiyah, dr. Didik Sulasmono mengatakan bayi itu termasuk kategori immature. Bayi itu, terang dia, lahir pada usia kehamilan lima bulan satu minggu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kondisi fisik bayi memang terlihat sempurna, namun organ tubuh yang ada di dalamnya belum terbentuk dengan baik. Sehingga, diperlukan penanganan khusus. “Terkadang bayi lupa bernapas, sehingga perlu dirangsang,” katanya. Seminggu sebelum kelahiran, jelas dia, ibu dari bayi memeriksakan kandungan dan mengalami pecah ketuban. Hanya saja, dokter yang menangani belum berani mengambil tindakan persalinan karena usia kandungan masih lima bulan. “Ibu bayi sempat dirawat selama tiga hari,” ujarnya.  

Kasus immature semacam itu, jelas dia, bukan yang kali pertama. Sebelumnya, sudah pernah ada dan usia bayi hanya bertahan beberapa jam. Tapi untuk bayi ini, jelas dia, sedikit berbeda. Selain mampu bertahan hampir dua hari, kondisi bayi juga sangat aktif. “Kami berharap bayi ini bisa bertahan lama,” harapnya. Untuk sementara, bayi mungil itu akan dirawat hingga berat badannya mencapai lebih dari satu kilogram. Dalam penanganan kesehatan, akan diawasi langsung oleh dr. Sri Rejeki, SpA. “Ditangani langsung oleh dokter spesialis anak-anak,” ungkapnya.

Ditanya mengenai penyebab bayi lahir immature, Didik mengatakan bahwa bisa jadi karena faktor kesehatan ibunya. “ Bisa juga karena perawatan sang ibu saat kehamilan kurang bagus dan tidak pernah mengontrol kehamilannya, sehingga muncullah kelahiran immature,” jelasnya.. Sementara itu, salah satu bidan yang merawat bayi mungil, Ana Damayanti menjelaskan bahwa asupan gizi bayi sementara diperoleh lewat cairan. 

Pemberian antibiotik, juga dilakukan dua kali dalam sehari. Untuk perawatan, bayi mungil itu untuk sementara masih dilakukan di inkubator. Ana mengatakan, yang paling penting dilakukan terhadap bayi itu adalah menjaga agar bayi tetap bernapas. Terkadang, bayi itu seperti tertidur dan tidak bernapas. Sehingga, berkali-kali petugas yang menjaga harus merangsang bayi untuk bernapas. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :