Belajar Atasi Cedera dari Dokter FC Barcelona

0
410
STERIL: Ruangan khusus Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di Mount Elizabeth Hospital Singapura.

Singapura tak hanya identik dengan wisata belanja. Negeri Singa juga diakui maju pesat di bidang medis. Berikut catatan BAYU SAKSONO yang baru datang dari negara tersebut. SEMINAR kedokteran berlevel internasional ini menjadi semacam tradisi bagi Mount Elizabeth Hospital Singapura.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pada akhir pekan lalu (3/11), rumah sakit internasional itu menggelar annual seminar (seminar tahunan) yang ke-26. Kali ini, seminar yang dihelat di Ballroom lantai 6 Mandarin Tower itu bertajuk Tomorrow’s Solution for Yesterday’s Problems.

Ada banyak topik bahasan menarik dalam seminar tersebut. Ada 12 dokter spesialis yang memaparkan metode baru andalan masing-masing. Mereka terbagi menjadi dua kelompok, dan tampil secara terpisah di Ballroom I dan Ballroom II. Sungguh disayangkan, saya tidak bisa mengikuti semua sesi berbagi ilmu kedokteran yang menyajikan metode-metode paling gres tersebut.

Akhirnya saya putuskan mengikuti seluruh kegiatan di Ballroom II. Keputusan ini saya ambil karena topik yang dibahas di Ballroom II saya anggap lebih bervariasi. Sedangkan enam macam topik yang dikupas tuntas di Ballroom I hanya melulu masalah diabetes (kencing manis). Ballroom II menyajikan tema tentang treatment terbaru hipertensi (tekanan darah tinggi), metode renal denervation untuk menurunkan hipertensi, dan beberapa kasus hipertensi.

Setelah break sejenak, tema berikutnya tak lagi masalah hipertensi, melainkan masalah lifestyle diseases (penyakit-penyakit karena gaya hidup)    Yang tampil pertama pada sesi lifestyle diseases kali ini adalah dokter Lim Khong Hee yang merupakan pakar bedah umum. Dia memaparkan berbagai metode baru pembedahan saluran pencernaan yang bertujuan menurunkan berat badan. Tentu saja, topik ini paling diminati kaum Hawa. Puas dengan urusan penurunan berat ba dan, tampil dokter Michael Soon yang merupakan pakar bedah ortopedi.

Selain penampilannya yang tegap dan trendy, dokter Soon juga sangat populer di kalangan olahragawan. Selama ini, dia sering menangani kasus cedera para pemain sepak bola dunia. Yang paling sering menjadi pasiennya adalah pemain klub Barcelona FC. Dokter Soon juga sesekali menjelaskan me tode baru penanganan cedera tulang rawan melalui tampilan video. Meski terkesan sedikit mengerikan, video operasi pe nanaman jaringan tulang rawan pada lutut itu cukup membantu penjelasan sang ‘’Dokter Barca’’ itu. Tayangan video itu tampak membuat peserta seminar yang sebagian besar kalangan dokter spesialis dari berbagai negara di Asia itu terkesima.

Pada sesi akhir, tampil dokter Chua Wei Han sang spesialis bedah mata. Dia menjelaskan evolusi pembedahan dalam penanganan penyakit katarak. Yang paling anyar, dia mengenalkan metode baru mengatasi penyakit katarak tanpa pembedahan dengan mengandalkan teknologi laser. Selain itu, dia juga memaparkan pema sangan lensa implant pada mata. Penjelasan berbagai metode baru bidang kedokteran itu ternyata dirasa belum cukup. Para peserta seminar pun diberi kesempatan melihat langsung jerohan Mount Elizabeth Hospital. Dari hasil kunjungan di rumah sakit di kawasan Orchard Singapura tersebut, ternyata tidak semua yang dimiliki rumah sakit tersebut perfect.

Dari segi peralatan dan layanan, secara umum sejatinya rumah sakit di Indonesia tidak kalah. Bahkan, ruang pemeriksaan untuk klinik-klinik dokter spesialis di sana sangat sempit. ‘’Ruangan di sini kami gunakan seefisien mungkin. Kalau di Indonesia, mung kin ruangan pemeriksaan pasien semacam ini bisa leluasa dan lebih luas,’’ ujar Dr Eric Hong Cho Tek, spesialis penyakit jantung di rumah sakit tersebut. Selain itu, rumah sakit tersebut sepertinya tak mau berhenti berinovasi. Setiap tahun, hampir selalu ada hal baru dan pembenahan baru di rumah sakit tersebut. Salah satu yang paling anyar adalah fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Ruangan ini merupakan tempat bayi-bayi yang baru lahir, tapi khusus yang kondisinya sangat kritis dan perlu penanganan khusus. Ru angan tersebut terbilang steril dan tidak sem barang orang bisa masuk. Ada pintu pengamanan berlapis yang semua me rupakan pintu elektronik. Hanya pe tugas yang punya pass word atau kartu khu sus yang bisa masuk ruangan tersebut. ‘’Fa si litas NICU baru beroperasi sebulan lalu,’’ jelas Astrid Budihardjo Giokbwee, Physician Relation Executive Parkway Health perwakilan Surabaya. (radar)