Bentuk Dua Tim Intelijen yang Bekerja 24 Jam

0
268
EXPIRED: Satpol PP menertibkan reklame di Jalan Banterang, Banyuwangi.

Pada tahun anggaran 2012, realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Banyuwangi meningkat tajam. Hingga bulan September, realisasi PAD sudah mencapai 75,46 persen atau sekitar Rp 90,29 miliar dari target Rp 119 miliar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

PADA periode yang sama tahun 2011 lalu, realisasi PAD baru sekitar 72 persen dari target Rp 106 miliar. Tahun ini, walau target PAD lebih besar daripada tahun 2011, pencapaiannya jauh meninggalkan tahun 2011.

Untuk mengejar pencapaian itu, Dinas Pendapatan (Dispenda) melakukan berbagai upaya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membentuk tim pemburu pundipundi PAD.

Pada awal tahun 2012 lalu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispenda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tando Wicaksono, membentuk dua tim sekaligus. Pertama adalah tim pajak daerah dan kedua tim intensifikasi pajak daerah. Dua tim itulah yang bekerja selama 24 jam mengejar potensi penerimaan PAD.

Dua tim itu memiliki lima tugas pokok, yaitu operasi penertiban pajak, melakukan pendekatan kepada wajib pajak (WP), melakukan tinjau potensi objek pajak, melakukan sinkronisasi dan coklit data pajak, dan hunting objek pajak baru Dua tim itu memiliki lima anggota di tambah satu personel anggota Satpol PP.

Anggota Satpol PP tersebut merupakan anggota yang diperbantukan secara khusus di Dispenda. “Tim itu bekerja selama 24 jam. Kerjanya ada yang tertutup dan ada pula yang terbuka,” tutur Suyanto. Tim tersebut merupakan rintisan atau embrio tim intelijen pajak. Kalau saja memungkinkan, Dispenda sudah membentuk tim intelijen pajak.

Namun, hal itu belum memungkinkan dilakukan saat ini. Untuk membentuk tim intelijen pajak, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satu yang menjadi syarat mutlak ada lah harus memiliki penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).

Satpol PP sebagai pembantu PPNS. “Kita sedang mempersiapkan pembentukan intelijen pa jak. Kita akan berusaha memenuhi bebe rapa syarat, termasuk menyediakan tim audit dan juru taksir,” tutur Suyanto. Walau belum secara resmi terbentuk in telijen pajak, tapi kerja dan tugas serta tanggungjawab dua tim tersebut hampir sama dengan intelijen pajak.

Manfaat pem bentukan tim itu sudah dirasakan dan mampu meningkatkan penerimaan PAD secara maksimal walau target terus di tingkatkan. Dispenda pun percaya diri target PAD tahun 2012 akan terlampaui dengan baik.

Bahkan, pada pembahasan perubahan APBD 2012, target penerimaan PAD dinaikkan men jadi Rp 132 miliar dari sebelumnya Rp119 miliar. “Kinerja tim pajak kita cukup memuaskan. Target PAD Rp 132 miliar insya allah terlampaui,” papar lelaki yang akrab disapa Yayan itu penuh optimistis.

Tugas kedua tim itu mengejar potensi pa jak bernilai kecil. Pajak yang memiliki nilai puluhan dan ratusan juta ditangani lang sung kepala dinas dan kepala bidang. “Wajib pajak besar, saya datangi sendiri dan saya tagih sendiri,” katanya.

Keberadaan dua tim tersebut berhasil men dongkrak realisasi PAD. Penerimaan pajak daerah hingga September sudah men capai 81,16 persen. Realisasi pajak daerah meningkat cukup signifikan di banding tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama tahun 2011 lalu, realisasi pajak daerah baru mencapai 70 persen. Saat itu, Dispenda belum memiliki tim pemburu PAD. Pajak daerah ini terdiri atas pajak restoran sudah direalisasikan 59 persen, pajak reklame direalisasikan 79 persen, pajak penambangan bahan galian C sudah di realisasikan 94 persen.

Selain itu, pajak parkir dan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) juga termasuk pajak daerah. Sampai bulan September, sudah berhasil direalisasikan sekitar 176 persen. “Tim in telijen kita targetkan secepat mungkin ter bentuk,” cetusnya. (Radar)

Loading...