Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Berusia 110 Tahun, Jembatan Kudung Glenmore Banyuwangi Masih Kokoh – Radar Banyuwangi

berusia-110-tahun,-jembatan-kudung-glenmore-banyuwangi-masih-kokoh-–-radar-banyuwangi
Berusia 110 Tahun, Jembatan Kudung Glenmore Banyuwangi Masih Kokoh – Radar Banyuwangi

RadarBanyuwangi.id – Mungkin tidak banyak orang tahu, jika di daerah PT Perkebunan Nusantara I, Regional 5, Kebun Kalirejo Kendenglembu, wilayah Afdeling Besaran, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore ada jembatan kuno yang telah berumur satu abad lebih.

Jembatan di tengah kebun yang berjarak 10 kilometer dari pusat Kota Glenmore itu, bisa jadi salah satu jembatan tertua yang ada di kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini. Jembatan yang dibangun oleh Belanda yang dulunya masuk perkebunan swasta milik Landbouw Maatschappij Onderneming (LMOD) David Berni (NV Rubber Culltur Mij Kendenglembu Cs) ini, dibangun pada 1914.

Tahun pembangunan jembatan itu bisa dilihat dari plakat bertuliskan ANNO 1914 yang ada di bagian atas bangunan Jembatan Kudung ini. Itu berarti, jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar empat meter itu telah berusia 110 tahun. “Ada foto saat semua pejabat kebun berpose di depan jembatan, saat itu peringatan satu abad jembatan ini,” kata Manajer Kebun Kendenglembu, Hastudy Yunarko.

Baca Juga: ODGJ Bawa Celurit Bikin Warga Resah di Genteng Banyuwangi

Jembatan Kudung yang dicat warna merah itu, terang dia, hingga kini masih tetap digunakan oleh masyarakat sekitar untuk mobilisasi. Apalagi, letak jembatan tersebut berdekatan dengan kantor Perkebunan Kendenglembu dan perumahan warga di Afdeling Besaran. “Yang boleh lewat kendaraan roda dua dan mobil pribadi, untuk kendaraan besar dan truk harus lewat sungai,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut pria yang akrab disapa Koko itu, Jembatan Kudung dibangun oleh perusahaan swasta Belanda yang bernama Landbouw Maatschappij Onderneming David Bernie (NV Rubber Culltur Mij Kendenglembu). Dan itu bukti jika Kabupaten Banyuwangi dikenal sepetak tanah Eropa di Jawa. “Jembatang ini akses menuju bangunan pabrik gula di era kolonial yang ada di lokasi ini,” katanya

Terkait nama Jembatan Kudung, lantaran di bagian atas jembatan yang memiliki penutup dari seng sehingga mirip tenda. Kalau dalam bahasa Jawa, kudung berarti penutup kepala untuk perempuan. “Sejak dulu kala memang sudah ada atap atau penutup di atas jembatan, oleh masyarakat diberi nama Jembatan Kudung,” katanya.(sas/abi)