Bisa Hemat Anggaran hingga 15 Persen

0
674
DAUR ULANG: Aspal bekas kerukan jalan rusak ditumpuk di tepi Jalan Yos Sudarso, Banyuwangi, kemarin.
DAUR ULANG: Aspal bekas kerukan jalan rusak ditumpuk di tepi Jalan Yos Sudarso, Banyuwangi, kemarin.

Butuh dana sekitar Rp 700 miliar untuk memperbaiki jalan rusak di Banyuwangi. Namun, kini dana untuk pembangunan infrastruktur itu belum mencukupi. Rupanya, kondisi yang terbatas itu memunculkan ide kreatif, yakni menggunakan aspal daur ulang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KEBUTUHAN Rp 700 miliar untuk perbaikan jalan itu belum sepenuhnya bisa direalisasikan APBD. Kekuatan APBD 2012 hanya sekitar Rp 1,672 triliun. Dari total APBD Rp 1,672 triliun itu, kemampuan merealisasikan anggaran perbaikan jalan hanya sekitar Rp 116 miliar.

Untuk mengatasi minimnya dana APBD tersebut, maka Dinas  Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta  Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR)dituntut berpikir keras, kerja keras, dan kerja cerdas Selama ini, perbaikan jalan dilakukan dengan cara penambalan (patching) dan lapis ulang (overlay).

Hanya, cara itu tidak dapat diterapkan terus-menerus. Perbaikan secara overlay dapat menimbulkan dampak negatif. Beberapa dampak negatif , antara lain jalan semakin tinggi dan harus selalu diiringi dengan meninggikan bahu jalan. Jika tidak diimbangi dengan itu, bahu jalan akan semakin curam dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu-lintas.

Untuk meminimalkan dampak buruk itu, Dinas PU Bina Marga mulai memberlakukan metode daur ulang atau pavement  ecycling. Metode daur ulang itu dinilai memiliki beberapa keunggulan, dan anggaran yang dibutuhkan jauh lebih murah dibanding menggunakan metode lain. Metode pavement recycling merupakan cara perbaikan dengan cara menghancurkan aspal jalan yang rusak lalu memanfaatkannya kembali.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last