Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Blue Fire Ijen Belum Muncul, Pemeliharaan Pipa Belerang Masih Berlangsung – Radar Banyuwangi

blue-fire-ijen-belum-muncul,-pemeliharaan-pipa-belerang-masih-berlangsung-–-radar-banyuwangi
Blue Fire Ijen Belum Muncul, Pemeliharaan Pipa Belerang Masih Berlangsung – Radar Banyuwangi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Fenomena blue fire yang menjadi ikon wisata Taman Wisata Alam (TWA) Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, hingga kini belum kembali muncul.

Sejak padam pada November tahun lalu, nyala api biru yang biasa terlihat di kawasan kawah tersebut masih belum tampak hingga Senin (26/1).

Belum munculnya kembali blue fire dipastikan berkaitan dengan proses pemeliharaan pipa belerang yang saat ini masih berlangsung.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Wilayah 15 TWA Ijen, Dwi P. Sugiarto.

“Blue fire sampai sekarang masih belum muncul. Hal ini karena masih dalam proses pemeliharaan pipa belerang,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dwi menjelaskan, fenomena blue fire sangat erat kaitannya dengan kondisi pipa belerang yang berada di sekitar kawah.

Selama proses perawatan berlangsung, potensi munculnya api biru tersebut memang sangat kecil.

Ketika ditanya mengenai kepastian waktu selesainya pemeliharaan pipa belerang, Dwi mengaku belum dapat memastikan.

Menurutnya, kewenangan pemeliharaan tersebut berada di tangan pihak pengelola tambang belerang.

“Kami belum mengetahui kapan selesainya, karena itu merupakan kewenangan PT Candi Ngrimbi,” jelasnya.

Pemeliharaan Rutin

Sementara itu, dari pihak manajemen PT Candi Ngrimbi, Virga Nugraha, membenarkan bahwa pemeliharaan pipa belerang memang masih dilakukan.

Ia menyebut, perawatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara berkala demi menjaga keamanan dan kelancaran operasional.

“Pemeliharaan pipa belerang selalu dilakukan secara rutin setiap minggu,” ungkapnya.

Virga juga menjelaskan bahwa fenomena blue fire sejatinya muncul akibat adanya kebocoran gas belerang pada pipa. Gas tersebut kemudian terbakar dan menghasilkan nyala api biru yang khas.


Page 2

“Perlu diketahui, blue fire muncul karena adanya kebocoran pipa. Kalau pipanya dalam kondisi normal dan terawat, maka tidak akan muncul api biru,” terangnya.

Belum Ada Pembahasan Jalur Blue Fire

Terkait wacana pengaturan jalur tengah di kawasan blue fire agar tidak merugikan pihak tertentu, Virga mengaku hingga kini belum ada pembahasan lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Belum ada obrolan atau tindak lanjut dengan Pemda Banyuwangi terkait blue fire,” katanya.

Ia menegaskan, PT Candi Ngrimbi hanya berperan sebagai mitra Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam aktivitas pemeliharaan dan operasional tambang belerang di kawasan TWA Ijen.

“PT Candi Ngrimbi hanya sebatas mitra BKSDA. Keputusan terkait pengelolaan dan kebijakan mengenai blue fire sepenuhnya berada di tangan BKSDA dan Pemda Banyuwangi,” tegasnya.

Meski demikian, pihak pengelola berharap proses pemeliharaan dapat berjalan lancar sehingga aktivitas di kawasan kawah Ijen tetap aman, baik bagi penambang belerang maupun wisatawan.

Fenomena blue fire sendiri selama ini menjadi daya tarik utama wisata Ijen dan selalu dinantikan kemunculannya oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. (ray/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Fenomena blue fire yang menjadi ikon wisata Taman Wisata Alam (TWA) Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, hingga kini belum kembali muncul.

Sejak padam pada November tahun lalu, nyala api biru yang biasa terlihat di kawasan kawah tersebut masih belum tampak hingga Senin (26/1).

Belum munculnya kembali blue fire dipastikan berkaitan dengan proses pemeliharaan pipa belerang yang saat ini masih berlangsung.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Wilayah 15 TWA Ijen, Dwi P. Sugiarto.

“Blue fire sampai sekarang masih belum muncul. Hal ini karena masih dalam proses pemeliharaan pipa belerang,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dwi menjelaskan, fenomena blue fire sangat erat kaitannya dengan kondisi pipa belerang yang berada di sekitar kawah.

Selama proses perawatan berlangsung, potensi munculnya api biru tersebut memang sangat kecil.

Ketika ditanya mengenai kepastian waktu selesainya pemeliharaan pipa belerang, Dwi mengaku belum dapat memastikan.

Menurutnya, kewenangan pemeliharaan tersebut berada di tangan pihak pengelola tambang belerang.

“Kami belum mengetahui kapan selesainya, karena itu merupakan kewenangan PT Candi Ngrimbi,” jelasnya.

Pemeliharaan Rutin

Sementara itu, dari pihak manajemen PT Candi Ngrimbi, Virga Nugraha, membenarkan bahwa pemeliharaan pipa belerang memang masih dilakukan.

Ia menyebut, perawatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara berkala demi menjaga keamanan dan kelancaran operasional.

“Pemeliharaan pipa belerang selalu dilakukan secara rutin setiap minggu,” ungkapnya.

Virga juga menjelaskan bahwa fenomena blue fire sejatinya muncul akibat adanya kebocoran gas belerang pada pipa. Gas tersebut kemudian terbakar dan menghasilkan nyala api biru yang khas.