BP3TI Sediakan Internet untuk Daerah Terpencil

0
547
KELILING: Mobile pusat layanan internet kecamatan (M-PLIK) akan bergerak untuk akses internet sehat, aman, cepat dan murah.

Sediakan M-PLIK, Akses Internet Sehat, Aman, Cepat dan Murah

BANYUWANGI – Pada era keterbukaan saat ini penguasaan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan sangat penting. Transparansi telah menjadi satu prasyarat menuju akuntabilitas pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan. Inilah topik yang dibahas dalam sosialisasi dan publikasi program kewajiban pelayanan universal (KPU) atau universal service obligation (USO) di Gedung Wanita Paramitha Kencana Banyuwangi, kemarin (29/10).

Sosialisasi program yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Keminfo) RI ini dilakukan oleh Ketua Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informasi (BP3TI) Drs. H. Santoso, SH, MH. Acara tersebut dibuka langsung oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Drs. Abdullah.

Sosialisasi ini dihadiri pula Kepala Dinas Perhubungan Drs. H. Agus Siswanto; Plt. Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal, Drs. H. Abdul Kadir; Sekretaris Dewan, H. Soedirman, S.Sos. Hadir pula beberapa camat dan unsur SKPD, guru dan sekolah. Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu dari PT. Telkomsel, PT. Rahajasa, PT. Jogja Digital, PT. Jastrindo Dinamika.

Ketua BP3TI Santoso menegaskan, program tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2008 dan terus diperluas dengan mengembangkan infrastruktur pendukung yang memperlancar jaringan BP3TI sebagai gawang dalam implementasi pemenuhan kewajiban ini telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memenuhi target yang ditetapkan dalam bentuk program desa dering, desa pinter, pusat layanan internet kecamatan (PLIK), mobile Plik (MPLIK), dan jasa akses internet.

Ada juga nusantara internet exchange, desa Informasi, PLIK sentra produktif, penyediaan jasa akses publik layanan internet Wifi Kabupaten KPU/USO, penyediaan jasa akses pusat layanan internet pedesaan KPU/USO, penyediaan jasa akses telekomunikasi dan informatika di daerah perbatasan dan pulau terluar serta penyediaan sistem informasi manajemen dan monitoring nusantara internet exchange.

Santoso menjelaskan, di Banyuwangi Kemkominfo telah menjalankan program desa berdering dan desa pinter. Desa berdering yang berarti desa tersebut sudah mendapatkan layanan komunikasi, yaitu telepon dan pengirim pesan singkat (SMS). Untuk desa berdering ada lima desa yaitu Bangorejo, Bareng Kecamatan Kabat, Pakel, Kluncing, Sidowangi, dan Wongsorejo. Program yang dilaksanakan BP3TI ini, kata Santoso, akan ditingkatkan menjadi desa pinter, yang artinya Desa punya internet.

Sejauh ini, program internet baru sampai di tingkat kecamatan, yaitu PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan). Untuk daerah tingkat kecamatan, dibangun Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan atau M-PLIK yang bersifat bergerak untuk akses internet sehat, aman, cepat dan murah. “Desa pinter di Banyuwangi, pilot projectnya ada di Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo,” kata pria kelahiran Banyuwangi itu.  (radar)