detik.com
Al Ressa Rizky Rosano, pemuda yang menggugat Denada agar mengakui soal status anak kandung menegaskan selama 24 tahun hidupnya dia tidak pernah berpangku tangan. Dia menolak dianggap pansos karena sejak lulus SMA Ressa mengaku sudah memiliki prinsip bahwa bekerja adalah kewajiban.
Bukan hanya satu dua pekerjaan yang dia lakukan. Ressa mengaku kerap mencari penghasilan tambahan dengan membantu pemilik toko berbelanja ke distributor dan menyuplai barang ke sejumlah toko milik juragannya.
“Bukan hanya jaga toko, jadi sering bantu-bantu belanja beberapa baran yang habis. Dapat ceperan,” kata Ressa dengan mata sayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ressa juga menceritakan bagaimana dirinya sempat bekerja untuk keluarga Almarhumah Emilia Contessa, yang mana penyanyi senior itu merupakan ibu kandung Denada. Ressa mengaku sempat menjadi sopir pribadi di masa kampanye Emilia Contessa.
“Saat kampanye dulu, saya pernah jadi supir bunda Emillia dan sering disuruh-suruh juga dengan Mama demi dapat upah,” ujarnya.
Saat itu Ressa juga mengungkap bahwa dirinya menerima gaji sebesar Rp 2.500.000 per bulan untuk pekerjaan sebagai sopir pribadi. Sejumlah cerita itu diungkapkan Ressa saat dirinya menghadiri upaya mediasi dengan Denada di PN Banyuwangi Kamis (15/1).
Proses mediasi dengan Denada itu berujung buntu. Pihak Denada menyatakan siap melanjutkan perkara ke meja hijau dan menolak seluruh tuntutan Ressa tentang ganti rugi senilai Rp 7 miliar.
Ressa yang sempat menepi untuk menenangkan diri usai mengetahui banyak warganet yang menuduhnya panjat sosial atau sekadar mencari keuntungan meengaskan bahwa dia tidak perlu mencari panggung atau keuntungan pribadi dari popularitas Denada.
“Saya tidak perlu itu, saya bukan pansos tapi ini kenyataan hidup yang harus saya lewati,” tegas Ressa.
Ressa menegaskan sejak bayi hingga usia 24 tahun dia memang tidak pernah menerima sokongan biaya dari Denada yang dia sebut ibu kandungnya. Seluruh kebutuhan hidupnya selama ini dipenuhi oleh orang tua yang telah merawatnya.
“Setahu saya, yang saya rasakan, saya tidak pernah menerima apapun dari Mbak Denada. Semua biaya hidup saya dari Mama dan Papa (orang tua yang merawat Ressa), yang mengurus semua kebutuhan saya setahu saya adalah Papa dan Mama,” tambahnya lagi.
(ihc/dpe)








