Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Cerita Tumidi Ziarah dari Balik Tembok karena Makam Leluhur Lenyap

cerita-tumidi-ziarah-dari-balik-tembok-karena-makam-leluhur-lenyap
Cerita Tumidi Ziarah dari Balik Tembok karena Makam Leluhur Lenyap

detik.com

Banyuwangi

Sejumlah warga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi menjalankan tradisi ziarah makam jelang Ramadan dengan cara yang unik. Bukan menaburkan bunga di atas pusara tetapi dari balik tembok pembatas pemakaman.

Tumidi dan sejumlah anggota keluarganya tampak khusyuk berdoa menghadap tembok pembatas makam. Ini mereka lakukan karena mereka telah kehilangan makam milik leluhurnya. Seiring berjalannya waktu, makam-makam leluhur mereka tertimpa makam baru dan berganti nisan.

Leluhur Tumidi sebelumnya dimakamkan di lokasi persis tembok pembatas dibangun, sedangkan di sekitar tembok itu nisan leluhurnya sudah lenyap. Bagi Tumidi dan sejumlah keluarga lain yang mengalami nasib serupa, berziarah dari balik tembok pembatas menjadi solusi agar tradisi tetap berjalan dan doa tetap bisa dipanjatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sudah ada 3 makam leluhur kami yang tidak bisa ditemukan lagi. Jadi kirim doanya dari sini saja, dekat tembok,” kata Tumidi, Selasa (17/2/2026).

Tumidi menjelaskan kebiasaan ini telah berlangsung turun-temurun. Dia bersama istri dan anaknya rutin berziarah dengan cara serupa setiap sebelum masuk Bulan Ramadan. Baginya, esensi ziarah terletak pada niat dan doa, bukan semata-mata pada keberadaan nisan.

“Sudah generasi ke sekian. Wajar kalau makam lama tergantikan yang baru. Yang penting tetap mendoakan,” tegasnya.

Nasib serupa juga dialami Ahmad Dwinarko, peziarah asal Kecamatan Patrang, Jember yang mengaku tidak ingin melewatkan tradisi berziarah jelang Ramadan meski makam leluhurnya sudah tidak diketahui lagi lokasi persisnya.

“Yang penting tradisinya tetap jalan. Doa tetap sampai, meski makamnya sudah tidak ada,” ujarnya.

Tampak puluhan kantong bunga tabur tersusun di sepanjang tembok pembatas pemakaman di TPU Trembelang. Selama dua hari terakhir, area pemakaman yang berbatasan dengan Kecamatan Gambiran tersebut ramai didatangi peziarah.

Tak hanya warga Banyuwangi, sejumlah peziarah datang dari luar daerah seperti Jember hingga Jakarta. Mereka tetap melantunkan tahlil dan doa meski hanya berdiri di balik dinding batako setinggi sekitar dua meter.

20D

(ihc/dpe)