sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pengembangan transportasi publik berbasis rel kembali menjadi prioritas pemerintah.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan kereta rel listrik (KRL) ke wilayah penyangga Jakarta mulai 2026.
Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, memperkuat industri dalam negeri, serta menciptakan kota-kota baru yang terhubung oleh transportasi massal.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya mulai mengembangkan KRL yang akan menghubungkan Jakarta dengan Cikampek, Sukabumi, dan Rangkasbitung.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” yang digelar di Jakarta.
Menurut Dony, pengembangan jaringan KRL tidak hanya berfokus pada mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi katalis pembangunan wilayah di sepanjang jalur rel yang dikembangkan.
Transportasi publik yang andal diyakini mampu menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Elektrifikasi Jalur di Lima Kota Besar
Dalam kesempatan yang sama, Dony menegaskan kewajiban PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera menuntaskan elektrifikasi jalur kereta api di lima kota besar.
Elektrifikasi dianggap sebagai fondasi utama pengembangan transportasi rel modern yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Ia secara langsung meminta Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, agar percepatan elektrifikasi jalur ini menjadi prioritas utama.
Menurut Dony, keberadaan transportasi publik yang terintegrasi akan membuka peluang pengembangan kawasan baru, meningkatkan nilai ekonomi lahan, serta menciptakan pemerataan pembangunan antardaerah.
Sinergi KAI dan INKA untuk Industri Nasional
Selain elektrifikasi, Dony juga mewajibkan KAI untuk bekerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengembangan sarana dan prasarana perkeretaapian.
Sinergi antar-BUMN ini dinilai krusial untuk memperkuat industri manufaktur dalam negeri, khususnya di sektor perkeretaapian.
Dony menegaskan bahwa tanpa keberpihakan nyata kepada industri nasional, Indonesia akan sulit bertransformasi menjadi negara berbasis industri.
Page 2
Oleh karena itu, Danantara berperan sebagai penghubung antara kebutuhan operasional KAI dan kapasitas produksi INKA.
Ia menjelaskan bahwa pada awal tahun ini INKA akan menyelesaikan proses restrukturisasi perusahaan.
Danantara berupaya menyehatkan INKA agar mampu menjadi tulang punggung industri kereta api nasional, baik dari sisi produksi rangkaian kereta maupun penguasaan teknologi.
Fasilitas Baru di Banyuwangi dan Integrasi Hulu-Hilir
Pada tahun yang sama, Danantara juga merencanakan pengembangan fasilitas baru di Banyuwangi, Jawa Timur.
Fasilitas ini akan bergerak di sektor hulu dan berfungsi menghubungkan INKA dengan Krakatau Steel sebagai produsen baja nasional.
Proyek tersebut difokuskan pada pengembangan baja dari sisi hulu agar rantai pasok industri kereta api dapat terintegrasi hingga ke hilir.
Dengan integrasi ini, kebutuhan material strategis seperti baja tidak lagi bergantung pada impor, sekaligus meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.
Dony menegaskan bahwa penguatan sektor hulu merupakan langkah penting untuk menciptakan industri yang berdaya saing global.
Integrasi antara produsen baja dan industri manufaktur kereta api diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas produk nasional.
Arahan Presiden Prabowo Subianto
Sebelumnya, dalam peresmian Stasiun Tanah Abang pada 4 November 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada PT KAI untuk menyelesaikan penambahan 30 titik perpanjangan rel dan rangkaian kereta baru dalam waktu maksimal satu tahun.
Presiden juga mendorong pengembangan jalur kereta api di luar Pulau Jawa, meliputi Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Pengembangan ini diarahkan untuk mendukung pengangkutan logistik hasil bumi seperti kelapa sawit, karet, kopi, timah, dan nikel.
Arahan tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan kereta api sebagai tulang punggung transportasi logistik nasional.
Dengan konektivitas rel yang lebih luas, biaya logistik diharapkan dapat ditekan, sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pengembangan transportasi publik berbasis rel kembali menjadi prioritas pemerintah.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan kereta rel listrik (KRL) ke wilayah penyangga Jakarta mulai 2026.
Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, memperkuat industri dalam negeri, serta menciptakan kota-kota baru yang terhubung oleh transportasi massal.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya mulai mengembangkan KRL yang akan menghubungkan Jakarta dengan Cikampek, Sukabumi, dan Rangkasbitung.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” yang digelar di Jakarta.
Menurut Dony, pengembangan jaringan KRL tidak hanya berfokus pada mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi katalis pembangunan wilayah di sepanjang jalur rel yang dikembangkan.
Transportasi publik yang andal diyakini mampu menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Elektrifikasi Jalur di Lima Kota Besar
Dalam kesempatan yang sama, Dony menegaskan kewajiban PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera menuntaskan elektrifikasi jalur kereta api di lima kota besar.
Elektrifikasi dianggap sebagai fondasi utama pengembangan transportasi rel modern yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Ia secara langsung meminta Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, agar percepatan elektrifikasi jalur ini menjadi prioritas utama.
Menurut Dony, keberadaan transportasi publik yang terintegrasi akan membuka peluang pengembangan kawasan baru, meningkatkan nilai ekonomi lahan, serta menciptakan pemerataan pembangunan antardaerah.
Sinergi KAI dan INKA untuk Industri Nasional
Selain elektrifikasi, Dony juga mewajibkan KAI untuk bekerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengembangan sarana dan prasarana perkeretaapian.
Sinergi antar-BUMN ini dinilai krusial untuk memperkuat industri manufaktur dalam negeri, khususnya di sektor perkeretaapian.
Dony menegaskan bahwa tanpa keberpihakan nyata kepada industri nasional, Indonesia akan sulit bertransformasi menjadi negara berbasis industri.








