Beranda Sosial Demi Adopsi Bayi, Rela Makan dan Minum di Rumah Sakit

Demi Adopsi Bayi, Rela Makan dan Minum di Rumah Sakit

0
7493


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SIANG itu, Homsiah, 35, menggelar tikar di teras luar ruang Perinatologi, RS Al Huda. Bersama suaminya, Munawir, 33, pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di Dusun  Rumping, Desa Plampang Rejo, Kecamatan Cluring, itu terlihat bahagia  menunggui bayi kembar yang lahir   pada 2 Desember 2016.

Raut muka bahagia tampak saat keduanya dipanggil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang datang menjenguk  dan melihat kondisi bayi tersebut. Bersama orang tua kandung bayi, mereka sempat mengobrol sebentar.

Homsiah dan Munawir yang akan  mengadopsi bayi kembar itu, selama ini belum memiliki anak. Di tengah ikhtiar dan masa penantian itu, dia bertekad akan mengasuh bayi jika memang ada yang bersedia. Tapi selama ini, dia hanya  sering mendapat janji. Setiap ada orang  tua yang akan menyerahkan anaknya, tiba-tiba berbalik saat bayi itu lahir.

Loading...

“ Saya sering dijanjikan, setelah lahir tidak  boleh,” jelasnya. Kehadiran Anisa dan Aisya, bayi kembar itu menjadi angin segar baginya. Ketulusan keluarga bayi yang akan menyerahkan si kembar,  menjadikan hari- harinya lebih semangat.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!