Denada Jadi Sayu Wiwit

0
1384

BANYUWANGI – Pertunjukan seni kolosal sarat makna. Gandrung Sewu, bakal kembali dihelat di Banyuwangi. Even tahunan yang kali ini mengangkat tema “Podo Nonton” tersebut bakal dilengkapi fragmen heroisme warga Bumi Blambangan yang dimotori Rempeg Rogojampi dan sayu wiwit dalam melawan penjajah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Festival Gandrung Sewu 2015 akan digeber di bibir Pantai Boom, Banyuwangi, Sabtu sore mendatang (26/9). Tarian khas Banyuwangi yang ditetapkan sebagai warisan “budaya tak benda” oleh Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah itu akan diperagakan 1.200 penari di pinggir pantai dengan latar pemandangan Selat Bali yang menawan tersebut.

Even budaya yang digelar tiap tahun itu memperkuat positioning wisata budaya yang menjadi unggulan Banyuwangi selain wisata alam. Beberapa tahun terakhir Banyuwangi memang konsisten mengangkat seni dan budaya sebagai bagian dari pengembangan wisata.

Contohnya Festival Kebo-keboan dan Seblang yang dimasukkan dalam rangkaian agenda Banyuwangi Festival (B-Fest).  Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, masyarakat Banyuwangi turut berbangga memiliki beragam seni dan budaya lokal yang sangat khas.

“Kami ingin seni dan budaya ini dikenal secara luas dan ikut memperkuat khazanah budaya Banyuwangi di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya. Menurut Anas, Gandrung sewu juga memperkuat posisi Banyuwangi dalam peta persaingan pariwisata di Indonesia.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last