Di Lamongan Belajar Pengelolaan Sampah

0
331

Agenda kunker di Probolinggo, lanjut Ismoko, adalah untuk mempelajari perkembangan Koperasi Unit Desa (KUD) yang bergerak di bidang usaha susu sapi perah. “Begitu ada KUD yang bergerak di bidang susu sapi perah, perekonomian warga langsung meningkat signifikan,” kata dia.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Politikus asal Partai Golkar itu menuturkan, perkembangan usaha susu sapi perah yang di lakukan warga Probolinggo ternyata disebabkan keterlibatan pemerintah setempat. Salah satunya, APBD di gunakan untuk membantu masyarakat kecil untuk beternak sapi perah. “Di sana (Pro bo linggo), satu keluarga yang membudidayakan tiga ekor sapi perah bisa menyekolahkan anaknya sampai S-2.

Di Banyuwangi, selama ini budi daya sapi perah hanya dilakukan pengusaha yang memiliki banyak modal,” cetusnya. Menurut Ismoko, untuk menindaklanjuti temuannya tersebut, pihak Komisi II akan segera melakukan rapat dengar pendapat (hearing) dengan Dinas Tenaga Kerja dan Trans migrasi (Disnakertrans) dan Dinas Koperasi Banyuwangi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zainal Arifin Salam mengatakan, agenda kunker yang baru saja selesai dijalani tersebut adalah mengunjungi Lamongan dan Gresik. Di Lamongan, ang gota dewan belajar tentang lingkungan hidup dan pengelolaan sampah. Di Gresik, mereka mempelajari tentang masalah jalan raya.

Loading...

Arifin Salam mengungkapkan, jika Pemkab Banyuwangi ingin program hijau dan bersih (green and clean) yang saat ini digalakkan berjalan baik dan pengelolaan sampah juga berjalan baik, maka eksekutif dan legislatif harus segera duduk satu meja untuk merumuskan hal tersebut. “Di Lamongan, pengelolaan sampah dilakukan pihak ketiga dan sudah menghasilkan. Sampah sudah difermentasi dan tidak lagi menimbulkan bau menyengat.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2