Diduga Jaringan Narkoba Internasional

0
138

Barang Bukti 3 Ons SS
GLENMORE – Wilayah Kabupaten Banyuwangi tampaknya sudah menjadi jalur jaringan narkoba imemasional. SK,52, warga Dusun Sepanjang Kulon, Desa Sepanjang Kecamatan Glenmore, yang di tangkap tim dari Polda Jatim dan Badan Nasional Narkotika (BNN) itu mengaku 4 sabu di tangannya itu dari Malaysia. Dugaan ini berdasar keterangan yang diberikan SK usai di tangkap di sekitar Ruang Taman Hijau (RTH) Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, pada (24/ 9) sekitar pukul 14.00.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dari tangannya diperoleh barang bukti (BB) berupa sabu seberat 3 ons bukti 1,5 ons seperti berita sebelumnya. Keterangannya, SK mengatakan dua paket berisi sabu itu dikirim oleh seseorang di Malaysia. Barang itu dikirim warga atas nama SK, asal Dusun Sepanjang Kulon, Desa Sepanjang, melalui kantor Pos Cabang Glenmore. “SK saat ditangkap itu baru mengambil barang,” terang Kapolsek Glenmore, AKP Suhardi. 

Usai ditangkap di sekitar RTH Desa Karangharjo, SK sempat ditanya ke Polsek Glenmore oleh tim dari PoIda jatim dan BNN, SK yang sempat sebagai pengedar itu dibawa ke polsek,” terang kapolsek Saat diperiksa di polsek, SK mengaku hanya menjadi alamat pengiriman. Rencananya, sabu itu akan diberikan kepada MS, 23, untuk dikirim ke Bali. Berdasar keterangan SK itu, MS asal Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, pada Kamis (25/9) pukul 03.00, ditangkap tim polda dan BNN di rumahnya. MS yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu diduga hanya kurir.

Sebab, sabu itu milik salah satu narapidana warga asing yang kini mendekam di Lapas Krobokan, Bali. “Tadi pagi (kemarin pagi) tersangka langsung dibawa ke Surabaya,” terang kapolsek. Menurut kapolsek, pengiriman paket sabu dari Malaysia itu sudah terdeteksi beberapa waktu lalu. Hanya saja, untuk melakukan pengungkapan, tim dari Polda Jatim dan BNN menunggu hingga paket itu diambil. “SK bukan pelaku, hanya dicatat sebagai alamat pengiriman, makanya dilepas,” ungkapnya. (radar)

Loading...