Disbudpar Sosialisasi Pembangunan Wisata

0
134

GAMBIRAN–Potensi wisata dan sumber daya alam Banyuwangi sangat melimpah. Saat ini, Banyuwangi yang lebih dikenal sebagai Sunrise of Java tidak hanya sebagai tempat luberan wisatawan dari Bali. Apalagi dengan dukungan pemerintah kabupaten, Banyuwangi menyejajarkan dirinya dengan Bali. Dengan tingginya jumlah wisatawan yang masuk Banyuwangi, diharapkan nilai ekonomi masyarakatnya, terutama di sekitar tempat wisata menjadi lebih baik lagi. Menangkap hal tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mengadakan Term of Reference (TOR) kepada masyarakat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bertempat di Hotel New Surya Jajag, Banyuwangi, Disbudpar bekerja sama dengan stakeholder terkait, seperti Polres Banyuwangi dan Dinas Kesehatan. Selain itu juga mengundang pemateri dari Disbudpar Jawa Timur. Melalui tema “Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Objek Wisata”, kegiatan yang dilaksanakan pada 26-27 Maret 2013 itu diikuti oleh 40 peserta. Peserta terdiri dari masyarakat di sekitar Taman Nasional Meru Betiri, yakni Rajegwesi, masyarakat Kalipait, Sumberasri, dan Grajagan di sekitar Taman Nasional Alas Purwo. Materi yang disosialisasikan, antara lain pengetahuan pengelolaan pondok wisata atau home stay.

Termasuk bagaimana kesehatan, higienitas dan sanitasi, keamanan dan ketertiban, pengembangan dan pemasaran hingga pengenalan dunia maya atau internet. Kepala Disbudpar Banyuwangi Suprayogi menyampaikan dalam pembukaan acara bahwa yang mengikuti tidak hanya masyarakat di sekitar objek wisata yang sudah memiliki usaha. Tetapi juga mereka yang belum memiliki usaha. Dengan begitu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat membuka peluang usaha.

Nantinya akan mendongkrak pendapatan masyarakat. “Pengaktualisasian budaya lokal, termasuk pemeliharaan dan pengenalannya, bisa menambah daya tarik wisata,” cetus Suprayogi. Dalam acara yang berlangsung dua hari tersebut, juga disosialisasikan kebijakan pemerintah daerah tentang pembangunan kebudayaan dan pariwisata Banyuwangi. Yang tidak kalah penting, pengembangan permodalan dan UKM, yang dilakukan oleh Bank Jatim kepada peserta pelatihan. (radar)

Loading...