Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Dishub Banyuwangi Gelar Road Side Interview, Petakan Asal-Tujuan Kendaraan untuk Cegah Kemacetan

dishub-banyuwangi-gelar-road-side-interview,-petakan-asal-tujuan-kendaraan-untuk-cegah-kemacetan
Dishub Banyuwangi Gelar Road Side Interview, Petakan Asal-Tujuan Kendaraan untuk Cegah Kemacetan

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Upaya membangun sistem transportasi yang lebih tertata dan berkelanjutan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur.

Salah satunya melalui kegiatan Road Side Interview (RSI) atau survei wawancara tepi jalan yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (22/2).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengumpulan data lalu lintas guna mendukung perencanaan transportasi yang lebih terarah dan berbasis kondisi riil di lapangan.

WhatsApp-Image-2026-02-20-at-163137-3232

Himpun Data Asal-Tujuan Kendaraan

Dalam pelaksanaannya, petugas Dishub turun langsung ke sejumlah titik untuk melakukan wawancara singkat kepada pengendara.

Data utama yang dihimpun adalah asal dan tujuan perjalanan (origin-destination) kendaraan.

Melalui pendekatan ini, petugas memperoleh gambaran detail mengenai pola pergerakan kendaraan di wilayah Banyuwangi.

Informasi tersebut akan menjadi bahan analisis dalam memetakan arus mobilitas masyarakat, termasuk potensi titik kepadatan lalu lintas.

Tak hanya itu, RSI juga dimanfaatkan untuk menggali karakteristik perjalanan.

Mulai dari maksud perjalanan—apakah untuk bekerja, berbelanja, sekolah, atau keperluan lainnya—hingga frekuensi perjalanan dan waktu tempuh yang dibutuhkan.

Untuk kendaraan barang, petugas juga mencatat jenis serta jumlah muatan. Data tersebut dinilai krusial dalam memahami dinamika mobilitas harian sekaligus beban jalan yang harus ditanggung infrastruktur transportasi daerah.

Dasar Simulasi dan Perencanaan Rekayasa Lalu Lintas

Kepala Sub Koordinator (Kasubkor) Pengelolaan Perparkiran Dishub Banyuwangi Wahyuono Muji Laksono menjelaskan, hasil pengumpulan data akan menjadi fondasi dalam penyusunan perencanaan dan pemodelan lalu lintas.

“Melalui Road Side Interview ini kami ingin mendapatkan gambaran riil terkait pola perjalanan masyarakat. Data ini sangat penting untuk mendukung perencanaan lalu lintas yang lebih efektif, termasuk dalam pengaturan parkir dan manajemen rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Dengan data yang akurat, Dishub dapat melakukan simulasi potensi kemacetan di masa mendatang.


Page 2

Termasuk merancang peningkatan kapasitas jalan maupun simpang pada titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan.

Pendekatan berbasis data ini dinilai penting agar kebijakan transportasi tidak sekadar reaktif, melainkan antisipatif terhadap perkembangan wilayah.

Antisipasi Ramadan dan Arus Mudik Lebaran

Wahyuono menambahkan, pengumpulan data ini juga menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi dinamika mobilitas masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan hingga arus mudik dan balik Lebaran.

Dengan mengetahui tren pergerakan kendaraan dan pertumbuhan mobilitas, pemkab dapat memprediksi kebutuhan infrastruktur transportasi di masa mendatang.

Apalagi, seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan, tekanan terhadap jaringan jalan dipastikan meningkat.

“Harapannya, hasil kajian ini bisa menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan transportasi yang adaptif dan mampu menjawab tantangan pertumbuhan Banyuwangi ke depan,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mendukung kegiatan tersebut dengan memberikan informasi yang akurat saat proses wawancara berlangsung.

“Dengan informasi yang diberikan secara akurat, tentu masyarakat berperan aktif dalam pemetaan untuk menciptakan sistem transportasi yang aman dan nyaman, termasuk selama bulan suci Ramadan hingga menghadapi arus mudik dan balik Lebaran mendatang,” tegasnya.

Melalui langkah strategis ini, Dishub Banyuwangi berharap mampu menghadirkan sistem transportasi yang tidak hanya lancar, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan wilayah secara berkelanjutan. (rio/sgt)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Upaya membangun sistem transportasi yang lebih tertata dan berkelanjutan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur.

Salah satunya melalui kegiatan Road Side Interview (RSI) atau survei wawancara tepi jalan yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (22/2).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengumpulan data lalu lintas guna mendukung perencanaan transportasi yang lebih terarah dan berbasis kondisi riil di lapangan.

WhatsApp-Image-2026-02-20-at-163137-3232

Himpun Data Asal-Tujuan Kendaraan

Dalam pelaksanaannya, petugas Dishub turun langsung ke sejumlah titik untuk melakukan wawancara singkat kepada pengendara.

Data utama yang dihimpun adalah asal dan tujuan perjalanan (origin-destination) kendaraan.

Melalui pendekatan ini, petugas memperoleh gambaran detail mengenai pola pergerakan kendaraan di wilayah Banyuwangi.

Informasi tersebut akan menjadi bahan analisis dalam memetakan arus mobilitas masyarakat, termasuk potensi titik kepadatan lalu lintas.

Tak hanya itu, RSI juga dimanfaatkan untuk menggali karakteristik perjalanan.

Mulai dari maksud perjalanan—apakah untuk bekerja, berbelanja, sekolah, atau keperluan lainnya—hingga frekuensi perjalanan dan waktu tempuh yang dibutuhkan.

Untuk kendaraan barang, petugas juga mencatat jenis serta jumlah muatan. Data tersebut dinilai krusial dalam memahami dinamika mobilitas harian sekaligus beban jalan yang harus ditanggung infrastruktur transportasi daerah.

Dasar Simulasi dan Perencanaan Rekayasa Lalu Lintas

Kepala Sub Koordinator (Kasubkor) Pengelolaan Perparkiran Dishub Banyuwangi Wahyuono Muji Laksono menjelaskan, hasil pengumpulan data akan menjadi fondasi dalam penyusunan perencanaan dan pemodelan lalu lintas.

“Melalui Road Side Interview ini kami ingin mendapatkan gambaran riil terkait pola perjalanan masyarakat. Data ini sangat penting untuk mendukung perencanaan lalu lintas yang lebih efektif, termasuk dalam pengaturan parkir dan manajemen rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Dengan data yang akurat, Dishub dapat melakukan simulasi potensi kemacetan di masa mendatang.