sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tancap gas mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis wisata desa.
Dua destinasi yang kini menjadi fokus pengembangan adalah Pondok Tiga dan Pondok Nongko.
Desa yang berada di kawasan perbukitan dan berdekatan dengan area perkebunan itu dinilai memiliki panorama alam yang menjanjikan.
Potensi tersebut kini mulai dipoles agar mampu mendongkrak kunjungan wisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Pondok Tiga, Spot Sunrise di Perkebunan Malangsari
Penjabat (Pj) Kepala Desa Kebonrejo RB Winoto Wardoyo mengungkapkan, Pondok Tiga sebelumnya sudah banyak didatangi wisatawan, termasuk dari luar Kecamatan Kalibaru.
Meski belum dikelola secara maksimal, destinasi yang berada di wilayah Perkebunan Malangsari itu mulai dikenal luas.
“Satu yang utama itu Pondok Tiga. Destinasi ini menyajikan panorama indah gunung dan sangat bagus didatangi saat matahari terbit (sunrise),” ungkap Wardoyo.
Nama Pondok Tiga sendiri diambil dari keberadaan tiga balai bengong (gazebo sederhana) yang berdiri di lokasi tersebut.
GARAP POTENSI DESA: Pj Kepala Desa (Kades) Kebonrejo RB Winoto Wardoyo (berkacamata) bersama staf desa di lokasi rencana destinasi wisata Pondok Nongko di depan kantor Desa Kebonrejo. (Wardoyo for Radar Banyuwangi)
Dari titik itu, pengunjung dapat menikmati hamparan lanskap hijau dan siluet pegunungan yang memesona saat fajar menyingsing.
Melihat animo pengunjung yang terus meningkat, Pemdes Kebonrejo kini menjalin komunikasi dengan pihak perkebunan untuk berkolaborasi dalam pengelolaan wisata.
“Rencananya akan kami perbaiki aksesnya, kemudian akan kami buatkan stan untuk pedagang. Beberapa hari lalu juga sudah kami siapkan tempat sampah agar pengunjung bisa membantu menjaga kebersihan,” terangnya.
Langkah tersebut diambil agar Pondok Tiga tidak hanya indah secara visual, tetapi juga tertata dan nyaman bagi wisatawan.
Page 2
Page 3
Selain Pondok Tiga, Pemdes Kebonrejo juga tengah menyiapkan destinasi baru bernama Pondok Nongko. Lokasinya strategis, tepat di depan kantor desa.
“View di sini hamparan sawah yang luas dan Gunung Raung. Kami punya rencana akan dibuat sentra kuliner,” tutur Wardoyo.
Gunung Raung yang berdiri gagah di kejauhan menjadi latar alami yang mempercantik kawasan tersebut.
Kombinasi bentang sawah dan panorama gunung dinilai memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang gemar berburu spot foto alami.
Pengembangan Pondok Nongko sudah dimulai dengan pembangunan balai bengong. Namun, penataan secara menyeluruh masih terus dilakukan.
“Pondoknya sudah, tapi masih banyak yang perlu ditata. Akan ada stan pedagang di situ. Sementara ini masih belum tertata karena digunakan pedagang takjil,” ucapnya.
Wardoyo menargetkan keseluruhan pengembangan destinasi tersebut rampung pada 2027.
Dorong UMKM dan Bazar Kuliner Rutin
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik wisata, Pemdes Kebonrejo juga memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar bazar kuliner rutin di sejumlah titik strategis desa.
“Tentu tujuannya untuk membantu masyarakat mengembangkan usahanya. Roda ekonomi diharapkan bisa berputar dengan wisata-wisata itu,” tuturnya.
Keberadaan stan pedagang di kawasan wisata diharapkan membuka peluang usaha baru, mulai dari kuliner tradisional, minuman herbal, hingga produk olahan hasil pertanian dan perkebunan setempat.
Konsep pengembangan yang diusung tidak hanya menjadikan wisata sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai pusat pergerakan ekonomi desa.
Promosi Desa Lewat Wisata
Wardoyo menyadari, secara geografis Desa Kebonrejo tergolong cukup jauh dari pusat kota.
Karena itu, pembangunan destinasi wisata menjadi strategi untuk mengenalkan desa ke khalayak lebih luas.
“Karena lokasi desa kami cukup jauh, dengan wisata ini orang luar juga bisa mengenal Kebonrejo,” katanya.








