sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Upaya menciptakan situasi aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan terus digencarkan jajaran Polresta Banyuwangi.
Melalui polsek-polsek di wilayah hukum setempat, kepolisian meningkatkan patroli sekaligus memetakan titik rawan tindak pidana 3C—curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor).
Langkah preventif ini dilakukan menyeluruh di seantero Bumi Blambangan, julukan bagi Kabupaten Banyuwangi, wilayah ujung timur Pulau Jawa.
Personel kepolisian disebar ke sejumlah titik strategis guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman dan nyaman.
Pemetaan Wilayah Rawan 3C
Selain patroli rutin, jajaran kepolisian juga melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi menjadi lokasi rawan 3C.
Pemetaan ini penting sebagai dasar penentuan pola pengamanan, termasuk penempatan personel dan jam patroli.
Patroli tidak hanya menyasar pusat keramaian dan jalur utama, tetapi juga lingkungan permukiman yang dinilai memiliki potensi kerawanan.
Sasaran utamanya adalah pelaku kejahatan jalanan serta barang-barang yang berhubungan dengan tindak kriminal.
Fokus pengamanan ditingkatkan selama Ramadan karena pada periode tersebut aktivitas masyarakat cenderung meningkat, baik saat sahur, menjelang berbuka, hingga selepas tarawih.
Polsek Kalibaru Gencar Patroli Dialogis
Salah satu polsek yang aktif melakukan patroli adalah Polsek Kalibaru. Sejak awal Ramadan, personel rutin berkeliling wilayah untuk memberikan imbauan kamtibmas secara langsung kepada warga.
Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi mengatakan, anggota disebar ke berbagai titik, baik pusat keramaian maupun jalur-jalur yang dianggap rawan.
“Anggota disebar untuk patroli, selain di pusat keramaian dan di jalan, patroli dialogis dilakukan oleh jajaran Bhabinkamtibmas di desa masing-masing,” ujarnya.
Patroli dialogis menjadi strategi penting karena memungkinkan polisi berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Page 2
Page 3
Melalui pendekatan ini, warga dapat menyampaikan keluhan sekaligus menerima edukasi tentang langkah-langkah pencegahan kejahatan.
Antisipasi Curanmor dan Modus Pecah Kaca
Kapolsek Achmad mengungkapkan, peningkatan kewaspadaan dilatarbelakangi tren naiknya aksi kejahatan jalanan selama Ramadan.
Beberapa modus yang kerap muncul di antaranya pencurian kendaraan bermotor dan pecah kaca mobil.
“Pada saat Ramadan angka kejahatan kerap meningkat, warga perlu diingatkan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan,” tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak lengah saat memarkir kendaraan, baik di depan rumah, tempat ibadah, maupun pusat perbelanjaan.
Penggunaan kunci ganda dan parkir di lokasi yang terang serta terpantau dinilai mampu meminimalkan risiko.
Patroli Sahur Tekan Kenakalan Remaja
Tak hanya fokus pada 3C, Polsek Kalibaru juga mengintensifkan patroli saat waktu sahur.
Langkah ini ditempuh untuk mengurangi potensi kenakalan remaja yang kerap muncul dalam bentuk konvoi atau penggunaan pengeras suara berlebihan.
Menurut Junaedi, personel diterjunkan setiap waktu sahur guna menjaga situasi tetap kondusif.
Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada remaja yang melakukan patrol sahur agar tidak menggunakan pengeras suara secara berlebihan.
“Agar masyarakat bisa beristirahat untuk besoknya beribadah puasa, adik-adik yang sedang patrol menggunakan pengeras suara kami minta untuk tidak berlebihan,” tandasnya.
Pendekatan persuasif dikedepankan agar generasi muda tetap dapat menjalankan tradisi sahur tanpa mengganggu ketertiban umum.
Polsek Genteng Perketat Pengamanan Tarawih
Patroli serupa juga digelar oleh Polsek Genteng. Jajaran Reskrim disebar untuk mengamankan wilayah hukum setempat, terutama pada jam-jam rawan.
Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi menegaskan, pihaknya mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan rumah untuk salat tarawih.
“Ketika kediaman ditinggal salat tarawih, sebisa mungkin dikunci dengan aman. Banyak pencuri beraksi saat jam-jam tersebut,” tuturnya.







