Dispendik Imbau Sekolah Tidak Saling Klaim

0
670

BANYUWANGI – Langkah beberapa sekolah yang telah mengkliam siswa didiknya meraih Nilai Ujian Nasional (NUN) tingkat SMA/SMK, sebelum adanya pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, tampaknya membuat gerah instansi tersebut. Sebab, klain tersebut justru memunculkan anggapan di masyarakat bahwa sekolah hanya berlomba meraih NUN tertinggi tanpa memperhatikan nilai pendidikan yang sesungguhnya, serta nilai kejujuran dalam upaya meraih nilai terbaik tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Saat menghadiri rapat koordinasi periapan Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) yang digelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Negeri dan swasta di aula SMA Negeri 1 Giri, kemarin (29/5), Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dispendik Banyuwangi, Suratno, mengim- bau sekolah tidak saling klaim meraih NUN tertinggi sebelum ada pernyataan resmi dari Dispendik.

Seperti diketahui bersama, beberapa sekolah saling klaim itu diakibatkan molornya rilis resmi tentang peraih NUN tertinggi oleh Dispendik. Bermacam isu pun merebak di kalangan warga terkait peraih NUN tertinggi. Sebelumnya, diberitakan bahwa siswa peraih NUN tertinggi tingkat SMA adalah duo SMAN 1 Giri. Mereka adalah Gladys Dina Sukmawati, 17, (program IPA) dengan NUN 57,65; dan Eka Putri Kuswanti, 18, (program IPS) dengan NUN 55,75.

Rupanya, berita itu memicu reaksi sekolah lain. Pihak SMA Negeri 1 Rogojampi mengklaim bahwa siswa didiknya, baik Program IPA dan IPS, juga meraih NUN tertinggi. Kepala SMAN 1 Rogojampi, Rodiwanto, langsung menunjukkan dua lembar kertas daftar peringkat unas SMAN 1 Rogojampi tahun 2011/2012. Isinya, seorang siswa program IPA di sekolah tersebut, yakni Dita Silvi Oktaviani, meraih NUN 57,75.

Dengan rincian, nilai bahasa Indonesia sebesar 9,6; bahasa Inggris 9,4; matematika, i sika, dan biologi masing-masing 9,75; serta nilai 9,5 untuk pelajaran kimia. “NUN Dita kan lebih besar daripada NUN siswa yang diberitakan meraih NUN tertinggi program IPA tersebut (Gladys dari SMAN 1 Giri),” ujarnya kemarin (28/5). Sementara itu, total NUN yang diraih Rizki Aris Pribadi dari program IPS SMAN Rogojampi mencapai 56,15.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last